Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan agama. Menurutnya, tidak relevan jika menghadapkan Pancasila dengan agama. Hal itu disampaikan Lukman Hakim saat menghadiri workshop ‘Peneguhan Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara’ Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta,pada Rabu (31/5).

“Tidak relevan menghadapkan Pancasila dengan agama. Bagi kami, Kemenag, Pancasila hakikatnya adalah wujud pengamalan pelaksanaan nilai-nilai agama oleh setiap warga negara Indonesia dalam konteks berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Lukman mengatakan, pada hakikatnya Pancasila sebagai perekat masyarakat yang majemuk justru digali lahir dari nilai-nilai agama. Bahkan menurutnya, mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sesungguhnya juga mengamalkan nilai-nilai agama.

“Mengamalkan Pancasila sesungguhnya menjalankan nilai agama. Dalam banyak kesempatan saya selalu tekankan bahwa Pancasila merupakan wujud pengamalan nilai agama. Jadi kalau saya berketuhanan maka harus berperikemanusiaan dalam rangka menjaga persatuan,” ungkap Lukman.

Lukman juga menjelaskan, bahwa Pancasila merupakan hasil temuan dari proses penggalian Bung Karno dengan wawasan Nusantara. Nusantara adalah kawasan yang sangat religius sehingga penggalian Pancasila juga sesuatu yang religius. Oleh karena itu, ia berharap agar peringatan kelahiran Pancasila dapat menjadi pengingat warga Indonesia untuk tetap menjaga kehidupan kebangsaan yang luhur dan dimaknai sesuai konteks kekinian.

Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Tahun ini tema Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah “Saya Indonesia, Saya Pancasila”. (Ar/Kompas/Republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL