Sumber: nu.or.id

Jakarta,Liputanislam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kartu nikah yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bukan untuk penghapus atau pengganti buku nikah.  Menurutnya, kartu nikah diterbitkan Kemenag sebagai pengembangan sistem dengan menggunakan aplikasi untuk memudahkan manajemen pernikahan.

“Keberadaan kartu nikah itu implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau yang disebut SIMKAH,” ucapnya di Jakarta Pusat, pada Senin (12/11).

Kartu nikah bukan sebagai penganti buku nikah. Buku nikah tetap terjaga dan tetap ada. Karena itu adalah dokumen resmi. Ini adalah tambahan informasi dalam rangka agar lebih memudahkan setiap warga  masyarakat untuk bila suatu saat diperlukan data-data kependudukan dan status perkawinannya.

Oleh sebab itu, Menag meminta kepada masyarakat dan media untuk bisa memahami konteks di balik recana penerbitan kartu nikah tersebut. Intinya lanjut  dia, Kemenag sangat serius membenahi peristiwa pernikahan di tengah masyarakat dan sangat prihatin terhadap angka kekerasan dalam rumah tangga serta perceraian yang semakin tinggi.

“Salah satu hal yang dilakukan Kemenag selain membuat silabus, kurikulum bimbingan perkawinan dan pendidikan perkawinan, juga membangun sistem informasi manajemen pernikahan berbasis aplikasi digital,” ujarnya.

Sementara Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Mohsen mengatakan bahwa kartu nikah diterbitkan sebagai upaya peningkatan layanan pencatatan pernikahan. Kartu nikah akan diberikan kepada pengantin, bersamaan dengan pemberian buku nikah usai dilaksanakannya akad nikah.

“Ini diberlakukan bagi pasangan yang menikah setelah aplikasi SIMKAH Web diluncurkan pada tanggal 8 November 2018. Jadi, pengantin akan mendapatkan buku nikah dan kartu nikah sekaligus,” terangnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*