Sumber: kaltara.prokal.co

Tarakan, LiputanIslam.com–Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyatakan bahwa STQ Nasional di Kalimantan Utara (Kaltara) akan menjadi yang terakhir. Menurutnya, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) adalah tradisi baik yang diwariskan para pendahulu. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah akan terus menyelenggarakan STQ dan MTQ.

“Saya ingin mengklarifikasi sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah akan terus menyelenggarakan STQ juga MTQ yang sudah ada sejak puluhan tahun, mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional,” ucapnya saat membuka STQ Nasional XXIV di Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (15/7).

Menag Lukman menyampaikan, bahwa pada acara penutupan nanti akan disepakati daerah mana yang akan menjadi tuan rumah STQ selanjutnya. “Untuk STQ Nasional ke 25, mudah-mudahan di akhir acara STQ ini akan kita sepakati bersama di kota mana, provinsi mana  akan diselenggarakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, STQ merupakan ajang mempersiapkan para qori-qoriah serta hafidz-hafidzah yang akan menjadi wakil bangsa dalam MTQ internasional. Selain itu, STQ juga dapat menjadi sarana umat Islam untuk mendalami kitab sucinya dengan baik sehingga terhindar dari tindakan ekstrem yang  merugikan umat dan bangsa.

Dalam acara tersebut, tampak hadir Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie beserta jajarannya, Perwakilan Pemerintah Provinsi masing-masing kafilah STQ, Plt Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Pejabat Eselon II Kementerian Agama, Kakanwil Kementerian Agama Se Indonesia, dan masyarakat Tarakan. Lomba STQ Nasional XXIV tahun 2017 berlangsung mulai dari 16 – 22 Juli 2017 yang dipusatkan di Islamic Center Masjid Baitul Izza Kota Tarakan. (Ar/Republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL