Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa penelitian jangan hanya dijadikan sebagai rutinitas. Menurutnya, para peneliti harus berangkat dari pemikiran yang sama yakni sebagai layanan dan pengembangan kehidupan beragama.

“Balitbang Diklat sebagai sebuah institusi di dalam Kemenag yang paling otoritas dalam hal ikhwal penelitian kajian pengembangan kehidupan keagamaan,” kata Menag saat menjadi pembicara kunci Temu Peneliti Balitbang Diklat Kemenag di Grand Zuri Hotel BSD, Serpong, Tangerang, pada Jumat (13/7).

Menag Lukman menegaskan bahwa setiap penelitian harus memiliki kebermanfaatan. Bahkan ia mengaku pada satu kesempatan sidang kabinet, Presiden Joko Widodo mempertanyakan apa tindak lanjut dari hasil-hasil riset yang dilakukan kementerian-kementerian. “Jika penelitian hanya sebagai rutinitas semua kementerian dan tidak dapat diketahui apa manfaatnya bagi masyarakat, bukan saja anggaran penelitian dikurangi, namun sangat mungkin dihapuskan” ucapnya.

Menag meminta para peneliti mengawali riset dengan memilih kajian yang memang mempunyai nilai manfaat yang tinggi. Riset juga harus memiliki relevansi dan konteks dengan kehidupan kekinian bangsa kita. “Pilihlah riset yang mempunyai aspek manfaat yang tinggi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag, Amsal Bakhtiar yang menyatakan bahwa penelitian harus berorientasi pada kemanfaatan seluas-luasnya bagi banyak pihak. “Hasil penelitian para peneliti Balitbang Diklat Kemenag harus bermanfaat baik bagi masyarakat umum maupun mitra kerja Kemenag,” ujarnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*