Sumber: kemenag.go.id

Bogor, Liputanislam.com–  Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pendidikan merupakan satu-satunya sarana agar seseorang memiliki  cara pandang yang sehat dan waras. Sebab itu, para pegiat pendidikan, mulai birokrasi hingga para guru dan tenaga pendidikan di lapangan pada dasarnya adalah orang-orang yang membangun peradaban Indonesia.

Hal demikian disampaikan Menag Lukman pada acara Rapat Pimpinan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di Hotel Alana, Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (21/1).

“Cara pandang kita itu dilatarbelakangi oleh nilai. Seluruh aktivitas kita dilatarbelakangi oleh nilai yang dianut. Nilai itu bisa didapat dari apa yang ditanamkan dari leluhur kita melalui tradisi,  tapi yang tidak kalah pentingnya adalah agama,” ucapnya.

“Setelah punya nilai, punya pengetahuan yang cukup, kemudian bagaimana dia mengejawantahkan pengetahuan tersebut. Mengaktualisasikan dalam bentuk perilaku,” ujarnya.

Menurut Menag, pihaknya sangat fokus terhadap semua kegiatan pendidikan. Apalagi saat ini Kemenag menaungi 78.000 madrasah, 28.100 pondok pentren, dan 770 perguruan tinggi Islam. “Kita di Ditjen Pendidikan Islam sebenarnya tidak hanya sekedar berada di sini sebagai birokrat di Kementerian Agama. Kita di sini sebenarnya sedang membangun peradaban dunia, dengan cara membangun manusia,” ungkapnya.

“Jangan menganggap peran ini hanya pekerjaan. Bila hanya itu, mesin bisa menggantikannya lebih baik. Tetapi saat ini yang sedang kita lakukan adalah membentuk manusia Indonesia,” tegas Menag. (aw/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*