Sumber: riau.kemenag.go.id

Belitung, Liputanislam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pemahaman yang dangkal dan parsial (tidak total) dapat memicu radikalisme dalam agama. Apalagi di era milenial saat ini, kalangan muda lebih akrab dengan dunia internet dan menyatu dengan arus informasi yang bebas.

Hal itu disampaikan Menag saat membuka secara resmi kegiatan Perkemahan Rohani Islam (Rohis) siswa SMA/SMK Tingkat Nasional yang ke-3 tahun 2018 di bumi perkemahan Desa Juru Seberang, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), pada Selasa (6/11).

“Generasi Islam milenial sekarang ini adalah generasi Z yang selalu digoda segala bentuk informasi, termasuk informasi sampah bahkan hoax. Untuk itu mereka harus meningkatkan kecerdasan dalam berpikir dan beragama,” ucapnya.

Menurutnya, di era milenial saat ini generasi muda rawan terkena ‘pelet’ radikalisme. Oleh karena itu, tambah Menag, pihaknya menggelar kegiatan perkemahan rohani Islam (Rohis) dengan harapan para siswa dapat belajar Islam yang benar dan mencintai bangsa ini.

“Maka kegiatan perkemahan Rohis ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran untuk berislam secara benar dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Berdasarkan temuan Badan Intelijen Negara (BIN) pertengahan tahun ini menyebutkan bahwa 39 persen mahasiswa perguruan tinggi di 15 provinsi telah terpapar radikalisme. BIN menilai, radikalisme menjangkiti generasi muda dengan memanfaatkan remaja yang masih mencari jati diri. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*