Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa semua paham keagamaan di Indonesia harus sejalan dengan Pancasila. Menurutnya, pemerintah tidak anti dengan paham keagamaan atau ormas Islam, hanya saja hal itu harus sesuai dengan pedoman kehidupan berbangsa dan  bernegara kita.

“Silakan kita memiliki paham keagamaan karena itu dijunjung tinggi, tetapi ketika keagamaan itu bertentangan bahkan mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, maka pemerintah harus bersikap,” ujar Menag Lukman Hakim Saifudin di Jakarta, pada Rabu (19/7).

Pernyataan Menag Lukman itu terkait pencabutan status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mulai tanggal 19 Juli 2017 oleh Kementerian Hukum dan HAM. Menurut Menag Lukman, semua ormas atau paham keagamaan harus sejalan dengan dasar negara Pancasila. Karena Pancasila juga pada hakekatnya adalah nilai-nilai agama itu sendiri.

“Jadi dalam konteks ber-Indonesia paham-paham keagamaan itu harus sejalan dengan Pancasila karena semua agama memahami bahwa Pancasila itu hakekatnya adalah nilai-nilai agama itu sendiri. Karenanya sebebas apapun kita mengembangkan paham keagamaan hendaknya masih dalam koridor kehidupan kesepakatan kita dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Menag Lukman menyatakan, bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Apalagi kalau ormas tersebut ingin mengganti ideologi negara. “Dan Bapak Presiden menggunakan kewenangan konstitusionalnya untuk menyikapi ini secara cepat dan tepat,” ucapnya. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL