Sumber: kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pihaknya  selama empat tahun belakangan ini cukup serius menyuarakan pentingnya moderasi beragama di Indonesia. Menurutnya, pengarusutamaan moderasi beragama adalah sebagai salah satu strategi pemajuan kebudayaan sumber daya manusia (SDM) bangsa.

Demikian hal itu disampaikan Menag Lukman saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Kajian Konseptual,Implementasi, dan Strategi Pengarusutamaan Moderasi Beragama yang bertujuan untuk membedah draft “Buku Putih Moderasi Beragama” di Jakarta, pada Kamis (16/5).

Baca: Kemenag Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama di Indonesia

Menag menjelaskan, pengarusutamaan moderasi beragama penting dilakukan dalam rangka merawat keIndonesiaan. Indonesia menurutnya dikenal sebagai bangsa yang agamis, rukun, dan damai dengan segala heterogenitas dan keragaman yang ada. “Moderasi beragama adalah bagaimana kita sebagai masyarakat indonesia yang agamis ini, kemudian dapat menjaga cara kita beragama, cara kita memahami agama, dan cara kita mengamalkan agama agar selalu berada pada spektrum moderat,” ucapnya.

Saat ini Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi tantangan adanya kelompok masyarakat yang bersikap eksklusif, eskplosif serta intoleran dengan mengatasnamakan agama. Maka moderasi beragama adalah salah satu strategi untuk menangkalnya. Bahkan hal ini yang membuat Majelis Umum PBB menetapkan tahun 2019 sebagai Tahun Moderasi Internasional (The International Year of Moderation).

“Kita tidak ingin melahirkan para teknokrat, saintis yang ahli di bidangnya, tapi memiliki pemikiran keagamaan yang ekstrim dan eksklusif, yang justru akan mendatangkan sesuatu yang destruktif. Ini menjadi catatan kami di Kementerian Agama. Ini mengapa pentingnya moderasi beragama dibicarakan,” tambah Menag. (aw/Kemenag/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*