Sumber: gemarakyat.id

Jakarta, liputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membantah tuduhan yang menyatakan bahwa dirinya meminum arak saat meresmikan Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak, Kalimantan Barat pada beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, tuduhan itu merupakan fitnah yang tidak dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan Menag Lukman di Jakarta, pada Senin (7/8).

Menag menceritakan, usai mendapat sambutan tarian adat Dayak, dia diminta memotong bambu yang dipasang melintang di depan pintu masuk STAKat. Setelah itu dia diarahkan supaya menginjak telur sebagai bagian dari prosesi adat sambut tamu kehormatan. “Setelah prosesi itu, saya disodori cawan berisi arak untuk diminum,” ujarnya.

Menag Lukman menambahkan, melihat dirinya disuguhi arak, Gubernur Kalbar Cornelis segera melarang Menag untuk meminumnya. Gubernur lantas menginstruksikan supaya minuman tersebut diganti air putih. Tapi waktunya sudah tidak memungkinkan.

“Pak Gubernur lalu bilang, tidak perlu dihidangkan ke saya. Namun karena penari yang menyuguhkan cawan itu bingung lantaran dicegah, saya spontan berbisik ke Pak Gubernur, bahwa tidak apa-apa. Ini kan hanya simbol saja untuk menghormati adat. Tapi, tidak akan saya telan sedikit pun,” tuturnya.

“Di sini ada banyak wartawan. Nanti dipelintir, bisa bahaya dan menjadi masalah di tengah-tengah kehidupan keagamaan kita”. ujar Lukman menirukan ucapan Gubernur Cornelis.

Mendengar penjelasan itu, Menag mengaku terkesan dengan sikap Gubernur. “Jujur, saya mendapatkan pelajaran lagi. Saya menangkap suatu rasa dalam beragama. Itulah toleransi sebenarnya atau toleransi sesungguhnya. Toleransi adalah kemauan dan kemampuan untuk menghormati dan menghargai perbedaan yang ada pada pihak lain,” ucap Lukman.

“Bagi saya, kejadian itu adalah pelajaran baik. Bahwa beragama tidak cukup dengan logika, tapi juga rasa. Mudah-mudahan kita sebagai umat beragama semakin berkualitas dalam menjalani agama dan keyakinan iman masing-masing,” tambahnya. (Ar/Republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL