Sumber: detik.com

Jakarta, Liputanislam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengaku enggan bersikap reaktif terhadap kabar palsu atau hoax yang menimpa dirinya, termasuk kementerian yang dipimpinnya. Menurutnya, kita harus hadapi dan lawan hoax dengan sikap tenang dan tidak konfrontatif. Sebab, hoax biasanya dibuat untuk memicu kegaduhan.

“Di era keterbukaan seperti saat ini,hoax, plintiran harus disikapi dengan pendekatan sebagaimana agama harus dibawakan secara persuasif, humanis dan melalui kesantunan,”katanya di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, pada Sabtu (10/11).

Menurut Menag, pihaknya berupaya membatasi diri untuk merespons hoax yang beredar jika memang pejabatnya tidak memiliki kemampuan menjelaskan secara utuh tentang suatu hal. Berbeda halnya jika pejabat Kemenag terkait memiliki kemampuan merespons dengan baik kabar hoax itu sehingga mampu menjelaskan suatu persoalan secara lengkap dan sesuai konteks.

“Dengan begitu, pernyataan merespons hoax tidak justru memicu kondisi yang lebih gaduh” ucapnya.

Namun, Menag Lukman menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin bukan kementerian yang tertutup terhadap publik. Hanya saja, otoritas Kemenag akan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik, terutama kepada media sehingga tidak memicu perpecahan, bahkan mengadudomba.

Sementara terkait pejabat dijajarannya, ia mengimbau agar memublikasikan program-program yang dijalankan.”Ini era yang berubah. Perbuatan baik harus dikabarkan. Perlu peningkatan agar kami dapat menjadi ‘public relation’ yang baik,” ungkapnya. (ar/republika.

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*