Sumber: femina.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pihaknya melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag mendorong pondok pesantren untuk mulai beradaptasi dengan dunia digital. Hal ini penting sebagai solusi bagi pesantren-pesantren salaf yang seringkali mengalami keterbatasan dalam penyediaan kitab sebagai bahan ajar santri. Apalagi Kemenag sendiri saat ini sudah memproduksi banyak kitab digital.

“Kita telah menyediakan versi digital kitab-kitab muktabar yang biasa digunakan di pesantren-pesantren. Dan itu semua dapat diakses secara gratis. Jadi silakan dimanfaatkan saja,” ucapnya di Jakarta, pada Minggu (10/2).

Menurut Menag, pembelajaran kitab secara digital perlu dilakukan oleh pesantren. Dengan cara ini, para santri lebih mudah beradaptasi dengan kecepatan perubahan yang terjadi secara global. “Kita punya 20 Ma’had Aly, dan seluruhnya sudah terbiasa mengakses kitab-kitab digital. Saya harap pesantren-pesantren tradisional kita juga mulai seperti itu,” katanya.

Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) telah memanfaatkan dunia digital dengan baik. Sejak enam atau tujuh tahun lalu, sosok ulama besar itu sudah mulai mengajar kitab menggunakan gadget miliknya.

Selain itu, Menag juga mendorong Kanwil untuk melaksanakan Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan kekinian. “Ini bisa menjadi terobosan bagi kanwil sekaligus merangsang kaum santri untuk melihat secara objektif, nalar, tapi juga melihat dengan cara ilmiah,” tandasnya. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*