Sumber: kemenag.go.id

Bogor, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) untuk melakukan Bahtsul Masail mengkaji masalah-masalah kekinian. Menurutnya, Bahtsul Masail sebagai forum diskusi yang menghadirkan para ahli agama sudah sepatutnya memberikan solusi atas berbagai masalah yang ada di masyarakat.

Demikian itu disampaikan Menag Lukman pada Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 yang mengangkat tema “Moderasi Beragama Untuk Kebersamaan Umat Menuju Jawa Barat Maju Lahir Batin” di Sentul Bogor, pada Kamis (7/2).

“Jadi, masalah-masalah kekinian yang ada di masyarakat dapat kita fasilitasi untuk dicarikan solusinya melalui pendekatan ilmiah. Rujukannya kitab kuning yang ada di pesantren-pesantren kita,” ucapnya.

Menurut Menag, Bahtsul Masail dapat menjadi sarana Kemenag untuk memperkenalkan serta memperluas literasi moderasi beragama bagi masyarakat.  Apalagi, kitab rujukan yang dipergunakan adalah yang telah biasa menjadi sumber rujukan pada pesantren-pesantren.

“Ini bisa menjadi terobosan bagi kanwil sekaligus merangsang kaum santri untuk melihat secara objektif, nalar, tapi juga melihat dengan cara ilmiah. Tentunya kitab-kitab yang dipergunakan adalah kitab-kitab yang muktabar,” ungkapnya.

Rapat Kerja Kemenag Jawa Barat sendiri jadwalnya berlangsung dari 6-8 Februari 2019. Forum tertinggi di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi membahas pematangan dan strategi implementasi program di tahun anggaran 2019, utamanya dalam rangka memperkuat moderasi beragama dan membangun kebersamaan umat. (aw/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*