Lukman Hakim, foto: kemenag.go.id

Lukman Hakim, foto: kemenag.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com — Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan pada masalah panjangnya daftar antrean calon haji. Kuota yang terbatas dari Arab Saudi, dan kecenderungan melaksanakan ibadah haji lebih dari sekali, merupakan penyebab utama dari masalah ini. Karena itulah, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Kemenag serius memberlakukan peraturan naik haji satu kali. Peraturan ini, disamping untuk menerapkan asas keadilan, haji satu kali merupakan bentuk nyata implentasi kesalehan sosial.

“Haji lebih banyak menitikberatkan pada ibadah individu, jadi kesalehan yang ada adalah kesalehan pribadi masing-masing jamaah haji. Nah, peraturan haji satu kali ini, selain mampu memberlakukan asas keadilan, karena kuota kita terbatas, sedang animo masyarakat sangat tinggi, mampu juga dipakai untuk membangun kesalehan sosial,” jelas Lukman.

“Karena ada solidaritas, ada semacam tenggang rasa atau perasaan berusaha untuk ikhlas bagi para calon jamaah haji yang pernah berhaji dan telah mendaftar kembali serta berkesempatan berangkat haji lagi, namun karena peraturan ini, harus memberikan kesempatan berhaji kepada saudara seiman dan seagamanya,” lanjut dia.

“Maka dalam jiwa dan diri calon jamaah yang sudah berhaji tersebut, langsung atau tidak, akan mampu terbangun kesalehan sosial. Dan, ini lebih utama” tegasnya, seperti dilansir di halaman resmi Kementrian Agama.

Saat ditanya apakah ada individu atau ormas yang menolak atau menyayangkan kebijakan yang akan berlangsung pada musim haji tahun ini tersebut, Lukman menjawab tidak ada.

“Hingga detik ini, saya belum menerima kabar dari satu pun, baik ormas maupun perorangan yang menolak kebijakan ini. Semoga tidak ada yang mempertanyakannya, karena sekali lagi, ini demi keadilan” terang dia.

Lukman menambahkan, peraturan ini bisa berlangsung 3, 5, 10 atau 15 tahun, tergantung situasi dan kondisi. Dan aturan ini berlaku bagi jamaah haji reguler saja, sedangkan untuk jamaah haji khusus tidak diberlakukan, karena disamping haji khusus dikelola oleh swasta, animo masyarakat di haji khusus masih dalam tahap yang wajar.

Saat ini, rata-rata masa tunggu calon jamaah haji mencapai belasan tahun. Daerah yang paling pendek masa tunggunya adalah Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, yakni hanya 5 tahun. Sedang daerah dengan masa tunggu paling lama adalah Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, yakni 28 tahun.

Lukman juga menjamin, jamaah haji tahun 2015 selain lebih murah dari jamaah haji 2014, kualitas pelayanannya pun akan diperbaiki.

“Jamaah haji kita di Makkah mendapatkan makan, layanan bus shalawat, juga ada efisiensi perjalanan. jika tahun kemarin jamaah haji yang hendak ke Madinah harus turun di Jeddah lalu melanjutkan perjalanan darat ke Madinah, kini, jamaah haji dari tanah air bisa langsung turun di Madinah” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL