Sumber: merdeka.com

Jakarta, Liputanislam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin membantah video yang viral di media sosial (Medsos) yang menyebutkan bahwa adanya kesepakatan bendera tauhid antara pemerintah dengan para tokoh ormas Islam. Menag memastikan pertemuan yang dihadiri Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, serta perwakilan PBNU, MUI, FPI, dan sejumlah ormas Islam lainnya pada Jumat (9/11) tidak ada kesepakatan tentang bendera tauhid.

Seperti dilansir laman Kementerian Agama, pada Minggu (11/11) Menag menegaskan bahwa yang disepakati dalam pertemuan itu adalah semua pihak memuliakan ‘kalimat tauhid’. Bukan bendera tauhid. “Secara eksplisit menyatakan bahwa persoalan saat ini adalah bagaimana cara memuliakan kalimat tauhid tersebut,” ungkapnya.

“Jadi, yang disepakati adalah bahwa kalimat tauhid harus dimuliakan. Tapi bagaimana cara kita memuliakannya, di sini masih beragam pandangan,” terangnya.

Sementara, terkait banyak pertanyaan muncul di masyarakat. Bolehkah kalimat tauhid dipasang di jaket, kaos, topi, stiker, bendera, dan lainnya yang saat digunakan justru berpotensi terhinakan karena dikenakan tidak pada tempatnya. Menag menilai hal itu tugas para ulama, pimpinan MUI, dan tokoh ormas Islam untuk merumuskan ketentuannya.

“Ketentuan tersebut diperlukan agar didapat cara pandang yang sama di kalangan umat dalam memuliakan kalimat tauhid,” jelasnya. (ar/NU Online/republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*