Rumah Denim/Kontan

Rumah Denim/Kontan

Jakarta, LiputanIslam.com – Celana berbahan denim atau lebih dikenal luas dengan sebutan celana jins menjadi salah satu pakaian wajib yang dimiliki banyak orang. Selain bahannya yang kuat juga sudah merupakan image gaya dalam fashion casual. Atas dasar itulah pasarnya tidak pernah hilang dan berkelanjutan hingga saat ini.

Dengan latar belakang itulah Muhammad Ali Akbar Taufani melihat ceruk pasar yang selama ini memang menjanjikan kue keuntungan cukup besar. Terlebih lagi tidak semua ukuran bisa dipakai oleh beberapa orang sehingga lahirlah model jins yang bisa diorder sesuai dengan ukuran tubuh pemesannya atau dikenal dengan istilah customized. Umumnya memang pasar lebih memilih produk impor karena alasan gengsi, yang notabene memiliki ukuran orang Eropa yang berbeda dengan orang Indonesia umumnya, seperti dilansir dari kompas.com.

Ali akhirnya membuka sebuah usaha dibidang pemesanan jins dengan bendera Rumah Denim dan Jeans. Ali telah menggeluti bisnisnya sejak tahun 2011 dan saat ini telah memiliki tiga buah cabang yang masing-masing berada di Jakarta Selatan (Gandaria City dan Bintaro), Tangerang Selatan (Pamulang).

Berawal dari coba-coba menjahitkan sebuah celana jins dengan meniru model celana jins dari Australia pemberian temannya, ternyata hasil jahitannya direspon sangat baik oleh teman-temannya. Walhasil banyak teman-temannya yang meminta dijahitkan celana seperti celana jins yang dikenakannya.

Keinginan berbisnis memang sudah diidamkan oleh Ali, lantas ia menawarkan jasanya secara online. Setelah memiliki banyak pelanggan kemudian ia membuka beberapa toko yang sekaligus menjadi tempat produksi celana jinsnya dengan merek Rumah Denim.

Keunggulan Rumah Denim adalah bisa juga memesan dalam partai besar dengan merek yang ditentukan oleh pelanggannya. Sehingga Rumah Denim menjadi rujukan anak muda yang memang ingin berjualan jins namun menggunakan merek sendiri. Total ada 30 brand yang langsung memesan celana jins kepada Rumah Denim.

Dalam satu bulan Rumah Denim bisa memproduksi hingga 1.000 helai pakaian jins dari ketiga rumah produksinya. Bahkan jika dalam kondisi ramai, produksinya meningkat hinhha 3.000 helai. Harga pesanan jinsnya dipatok antara Rp 165.000 – Rp 750.000. Jumlah pemesanan meningkat tajam terutama saat Lebaran, Natal, Tahun Baru.

Omzet yang didapat Ali melalui Rumah Denim dalam satu bulan berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 300 juta, dalam kondisi ramai. Jika dirata-rata perbulannya Ali bisa meraup omzet Rp 100 juta. Ali mengungkapkan keuntungan yang bisa didapatkan sekitar 10 hingga 30 persen. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL