illustrasi/epugi.wordpress.com

illustrasi/epugi.wordpress.com

LiputanIslam.com – Berawal dari musibah yang ditimpanya, justru itulah jalan yang membuka rezekinya karena terus berusaha, doa dan bertawakal jelas Sigit Nurdyansyah. Nurdyansyah harus memutar otak ketika buah hatinya sakit. Bukan hanya tabungannya yang terkuras melainkan juga ia harus bekerja lebih keras karena butuh pengobatan dan berkali-kali harus ke rumah sakit demi sang buah hati.

Dengan cobaan tersebut Nurdyansyah malah ingin fokus dengan bisnis onlinenya. Mengingat peluang yang diperoleh sangat prospektif dimatanya. Atas izin istrinya kemudian ia benar-benar total dan fokus berjualan secara online melalui salah satu online store bukalapak.

Nurdyansyah memulai membesarkan bisnisnya sejak tahun 2012. Bisnis yang telah dirintisnya sejak tahun 2010 itu kini benar-benar mampu menopang seluruh keluarganya dari kesulitan pembiayaan. kini berkat jerih payahnya ia menjadi salah satu top seller di Bukalapak.com. Hingga awal Maret 2015, ia telah mencatatkan transaksi sebanyak 5.284. Dengan pencapaian seperti itu kini ia mampu menorehkan omzet Rp 200 juta perbulan dengan rata-rata transaksi hingga 30 kali perhari.

Nurdyansyah tidak kapok untuk mendalami e-commerece. Meskipun pernah hampir tertipu karena telah mentransfer sejumlah uang untuk sepeda yang hendak dibelinya, justru ia melihat ada celah yang perlu di perbaiki. Celah tersebut menurut Nurdyansyah diakomodasi melalui Bukalapak.com. Pembeli harus mentransfer dulu melalui Bukalapak, kemudian si penjual akan mengirimkan barang kepada pembeli. Ketika barang sudah diterima makan pembeli akan mendapatkan bayarannya. Keduanya diuntungkan dengan transaksi yang lebih aman dari penipuan.

Nurdyansyah lebih banyak menjual perangkat aksesori gadget kelas premium. Ia memiliki alasan mengapa lebih banyak menjual barang yang branded dan mahal. Selain kualitasnya lebih baik, juga minim komplen.

Kini ia memiliki total 3000 items yang dijualnya secara online tanpa memiliki toko fisik sekalipun. Namun, ia juga berharap bisa membangun toko secara fisik. Kedepan ia tengah membangun sebuah gudang untuk menyimpan stock barang dagangannya, seperti dilansir dari kompas.com.

Ia tak pernah gentar dengan kompetitor yang memberikan harga lebih murah dibandingkan dengan toko onlinenya. Salah satu strateginya adalah ia memiliki produk yang lebih lengkap dan beragam sehingga konsumen lebih banyak pilihan dan bukan sekedar memikirkan selisih harga yang tidak terlalu jauh. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*