Sumber: nu.or.id

Rembang, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menyatakan bahwa bulan ramadhan memiliki arti penting tersendiri bagi Indonesia. Menurutnya, bulan suci ramadhan merupakan momen kebangkitan bangsa Indonesia. Hal itu ia sampaikan pada taushiyah Safari Ramadhan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berlangsung di rumah KH Mustofa Bisri di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Kelurahan Leteh, Rembang, seperti dilansir nu.or.id, pada Rabu (7/6).

“Bulan Ramadhan punya arti penting bagi bangsa Indonesia. Kebangkitan Nasional pada 1908 terjadi saat Ramadhan. Demikian pula momen Sumpah Pemuda tahun 1928. Proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, juga bertepatan dengan hari kedelapan bulan Ramadhan,” tuturnya.

KH Maimoen Zubair atau yang biasa disapa Mbah Moen menjelaskan, bahwa umat Islam punya peran penting dalam perjuangan kemerdekaan melalui resolusi jihad yang dikeluarkan oleh para kiai sepuh. Proses perjuangan panjang dan juga tidak mudah diraih. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar bangsa Indonesia untuk mempertahankan konsep negara kesatuan yang berasaskan Pancasila seperti sekarang ini.

“Masa kekhalifahan sudah habis. Untuk Indonesia, konsep kenegaraan yang cocok adalah seperti sekarang ini. Kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi bagi negara-negara di belahan dunia lain. Terbukti dengan digelarnya Konferensi Asia Afrika I di Bandung,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mbah Moen menandaskan Islam tak boleh dimonopoli oleh suatu bangsa. Ia juga berpesan agar para elite nasional bersatu. Jika yang berada di level atas sudah bersatu, yang ada di tataran bawah atau akarrumput juga mudah disatukan. (Ar/NU Online)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL