PR Corner di London School/detik.com

PR Corner di London School/detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Tak bisa dimungkiri bahwa media sosial telah mengubah tatanan jurnalistik di Indonesia. Salah satunya adalah cara masyarakat masa kini yang memperoleh sumber berita melalui media sosial semata bukan lagi dari media cetak. Tentu saja dengan pergeseran tersebut banyak media cetak yang berguncang bahkan kemudian ditutup meskipun berasal dari kalangan raksasa media cetak.

Disaat oplah media cetak yang semakin menurun, sebaliknya minat masyarakat membaca melalui media online terus meningkat seiring dengan kemudahan teknologi. Bahkan harga gadget pun semakin terjangkau oleh masyarakat.

Seperti dilansir dari laporan detikcom dalam acara PR Corner di Kampus London School, Jakarta (10/11). Arifin Asydhad, Pemimpin Redaksi detikcom mengatakan bahwa “Orang-orang saat ini lebih memilih untuk membaca sebuah informasi melalui media sosial, seperti Twitter dan Facebook ketimbang koran dan sebagainya.”

Pergeseran kebiasaan tersebut tentu saja karena daya dukung teknologi yang semakin murah dan terjangkau. Bahkan Indonesia merupakan target pasar terbesar bagi produk-produk luar negeri dan berkibar di negeri ini. “Masyarakat saat ini lebih banyak berinteraksi dengan gadgetnya ketimbang membaca. Karena semua informasi kini telah tersedia di dunia maya,” lanjut Arifin.

Senada dengan Arifin, menurut Nukman Luthfie, Social Media Expert, pergeseran tren membaca media juga disebabkan oleh perubahaan kebiasaan masyarakat Indonesia itu sendiri.

“Indonesia menjadi negara kedua terbesar menggunakan SMS di Asia setelah Filipina. Ini artinya masyarakat kita lebih gemar cuap-cuap ketimbang membaca,” papar Nukman yang turut menjadi narasumber dalam acara ini. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL