Sumber: nu.or.id

Semarang, Liputanislam.com– Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan bahwa hari-hari ini kita dihadapkan dengan atmosfer konflik dimana agama menjadi alat untuk kepentingan politik. Agama sering digunakan sebagai alat untuk meraih kekuasaan oleh pihak-pihak tertentu. Tetapi menurut Gus Yahya, masyarakat Indonesia itu memiliki daya tahan yang kokoh dalam menghadapi isu agama.

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam acara seminar yang mengangkat tema “Islam, Kebangsaan, Kemanusiaan dan Tantangan Milenial”  yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Rahim Bangsa UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (16/11).

“Bicara sentimen, agama menjadi paling mudah untuk dieksploitasi. Namun Saya punya keyakinan masyarakat Nusantara mempunyai ketahanan yang kokoh untuk menghadapi ini,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia itu tidak mudah diadu domba dengan isu-isu agama. Apalagi masyarakat Indonesia juga berpengalaman dalam menyelesaikan konflik, sehingga konflik yang pernah ada dapat diselesaikan dengan cepat.

“Tidak ada dalam sejarahnya, ada konflik yang lama,” ujarnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*