Sumber: kemendikbud.go.id

Bintan, LiputanIslam.com– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bintan bersama masyarakat terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya setempat. Salah satunya adalah tradisi Lampu Cangkok. Kepala Dinas Bidang Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bintan, Aupa Samake mengatakan bahwa Festival Lampu Cangkok sudah menjadi tradisi yang digelar setiap tahun pada bulan Ramadhan.

“Tujuannya untuk melestarikan budaya tradisional Melayu sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan di Kabupaten Bintan,” ucapnya di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), seperti dilansir kemendikbud.go.id, pada Senin (20/5).

Lampu Cangkok merupakan merupakan tradisi masyarakat Melayu sejak dulu pada bulan puasa. Pada tahun ini rencananya akan dilaksanakan pada malam 25 Mei 2019 atau tepatnya 21 sampai 27 Ramadan 1440 H. Setiap kecamatan  di Bintan akan ikut memeriahkan festival Lampu Cangkok tersebut.

Baca: Jaga Budaya Melayu, Kepri Gelar Festival Pulau Penyengat

“Kehadiran lampu cangkok ini akan membuat Bintan semakin berwarna di Bulan Ramadan. Setiap peserta yang mengikuti harus menciptakan dan merangkai lampu cangkok sekreatif mungkin. Perlu kerjasama antar masyarakat untuk menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.

Dalam proses penilaian, nantinya akan dilihat dari beberapa aspek diantaranya gerbang lampu ditata bernuansa Islami, estetika / kemeriahan lampu cangkok, serta partisipasi masyarakat dalam ikut memeriahkan hal tersebut. Kegiatan ini sekaligus salah satu gelaran wisata religius yang mengandalkan kearifan lokal dan budaya Islami. (aw/kemendikbud).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*