Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengajak masyarakat khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tahun politik 2019 ini. Sebab, dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tak jarang terjadi ketegangan dan perbedaan kepentingan.

“Kita sudah berkali-kali secara struktural sampai ke bawah (ranting NU) berpesan agar menjaga persatuan dari kesatuan,” ucapnya di Gedung PBNU, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (1/1).

Menurutnya, perbedaan politik itu tidak perlu dipersoalkan, termasuk yang kerap terjadi di tubuh NU sendiri. Sebab, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. “Soal pilihan terjadi perbedaan itu soal biasa, rutinitas demokrasi lima tahun. (yang penting) Jangan sampai hal ini menjadikan perpecahan,” tegasnya.

Kiai Said mengajak umat Islam agar selalu menjaga kepribadian bangsa Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.”Indonesia merupakan umat islam yang beradab, berbudaya, berakhlakul karimah. Itu yang paling penting. Prinsip agama itu akhlak, moral,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan Indonesia seperti Yaman, yakni terjadinya konflik dan perang saudara. Kita harus merawat keberagaman, budaya, dan persatuan kita sebagai bangsa.

“Pelajaran yang paling berharga yang bisa kita ambil, jangan sekali-kali kebudayaan dan cara berpikir mereka jangan di bawa ke sini. Budaya kita harus kita angkat. Tidak mengubah ideologi, tidak mengubah syariat, itulah Islam Nusantara,” katanya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*