Sumber: nu.or.id

Kotawaringin Barat, LiputanIslam.com– Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan bahwa tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Kita boleh beda warna pakaian, beda pilihan, tetapi persatuan bangsa jauh lebih penting. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonseia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila adalah yang paling utama.

“Pakaian boleh beda warna, pilihan boleh beda. Tetapi ingat, bahwa kita adalah Indonesia. Jaga persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara di bawah lambang negara yaitu Pancasila,” ucapnya pada acara shalawatan di lapangan Sampuraga Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar)  Kalimantan Tengah, pada Sabtu (17/2

Menurut Habib Luthfi, cara mengubah tahun politik menjadi tahun damai adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Kecintaan atau mahabbah kepada Rasulullah SAW juga hendaknya ditingkatkan. Karena, lanjut dia, cinta kepada Rasulullah akan membawa seseorang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Tingkatkan mahabbah (kecintaan) kepada Rasulullah SAW agar lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan lebih mencintai Rasulullah, maka kadar keimanan kita akan semakin bertambah, ” ungkapnya.

Acara Kobar Bershalawat tersebut dipromotori oleh Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat. Tampak hadiri Bupati dan Wakil Bupati dan segenap jajaran SKPD se-Kabupaten Kotawaringin Barat. Hadir juga Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Habib Ahmad Al-Habsyi. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*