Sumber: desamerdeka.id

Magetan, LiputanIslam.com– Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Masdar Hilmy menyatakan bahwa Islam merupakan agama yang suka akan kedamaian. Menurutnya, Islam damai terdapat dalam teks Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan banyak ayat maupun hadis yang mengajarkan cinta kasih, perdamaian, memaafkan, rekonsiliasi dan lainnya.

“Islam bukanlah agama pedang dan perang. Dalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia juga melalui sosio kultural dan budaya. Sehingga, Islam yang ada di Indonesia bercirikan dengan kedamaian dan keramahan,” ungkapnya pada Halaqoh Nasional Kebangsaan yang bertema “Mari Pererat Ukhuwah untuk Perkuat  Negara Bangsa” di Magetan, Jawa Timur, seperti di lansir NU Online, pada Minggu (1/4).

Hal senada juga disampaikan Pengasuh Ma’had Al-Anwar,  KH Abdul Ghofur yang mengatakan bahwa dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW sangat toleran dan penuh kasih sayang dalam menjalankan dakwahnya. Bahkan pada masa khalifah Umar saat memasuki Al-Quds di Palestina juga menjalin hubungan dengan non-Muslim dengan sangat baik. Umar membiarkan orang kristiani untuk membangun kembali gerejanya.

“Islam yang damai itu tidak hanya berlaku pada sesama Muslim saja. Tapi juga, pada semuanya seperti memberikan kedamaian dan kenyamanan saat menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Perlu diketahui, bahwa perbedaan adalah rahmat,” tuturnya.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan, KH Mansur mengapresiasi acara tersebut. Ia menilai Islam dengan wajah damai sangat cocok dengan kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia. Terlebih lagi, lanjutnya, tradisi NU telah mengakar di masyarakat sejak lama yang dibawa oleh Wali Songo. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*