Sumber: Senayanpost.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengingatkan kepada seluruh  umat Islam untuk  tidak saling bermusuhan antara satu dengan yang lainnya hanya karena perbedaan pendapat. Hal tersebut disampaikan kiai Ma’ruf saat berada di Gedung PBNU, Jakarta, seperti dilansir oleh NU Online pada Selasa (4/4).

Kiai Ma’ruf  juga  mengajak umat Islam untuk terus menjaga dan meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama (ukhuwwah islamiyyah). Menurutnya, jangan sampai persaudaraan itu rusak hanya karena perbedaan-perbedaan kecil, apalagi soal beda pendapat. “Jangan terkoyak oleh masalah-masalah yang sebenarnya tidak seharusnya menjadi permusuhan,” ungkapnya.

Kiai Ma’ruf yang juga sebagai ketua MUI ini menjelaskan, bahwa antar sesama umat Islam itu harus saling menasihati dan mengajak ke jalan yang benar. Kalau seandainya mereka yang dinasihati dan diajak untuk berbuat baik menolak, maka itu jangan dijadikan sebagai bahan untuk menyulut api permusuhan. Bahkan tambahnya, dengan non-muslim saja kita saling menghormati dan menghargai. “Dengan orang non-Muslim pun kita masing-masing saja. Lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku),” jelasnya.

Terkait dengan kelompok yang memaksakan pendapatnya, Kiai Ma’ruf menilai itu tidak jadi masalah selama hanya mengajak dan tidak sampai pada tahap bermusuhan. Ia juga meminta masing-masing pihak untuk menahan diri. “Kalau sampai bermusuhan, itu yang tidak baik.Masing-masing (harus) menahan diri. Kalau kemudian saling ngotot, jadi (bermusuhan). Tidak perlu ada saling bermusuhan,”  ucapnya.

Kiai Ma’ruf mengajak seluruh umat Islam untuk lebih mengedepankan sikap saling mencintai dan menyayangi seperti yang sudah terbangun dengan  baik di tengah-tengah masyarakat selama ini. “Kita harus membangun (sikap) saling mencintai dan saling menyayangi,” tuturnya. (Ar/ NU Online/ Senayan Post).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL