Sumber: idntimes.com

Gorontalo, Liputanislam.com– Dua makam (kuburan) di Gorontalo harus dipindahkan karena keluarga jenazah berbeda pilihan Calon Legislatif (Caleg) dengan pemilik tanah yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Caleg. Pemindahan makam tersebut terjadi di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Abdusalam Polontolo, keluarga pemilik kuburan yang dipindahkan tersebut mengatakan pemicunya karena adanya perbedaan pilihan caleg. Sang pemilik lahan bernama Awono mengancam, makam harus dipindahkan jika anggota keluarga jenazah tidak memilih Nani atau Iriani (masih keluarga Awono).

“Awano itu bukan orang NasDem, yang saya tahu Awono itu secara kekerabatan saudara ipar yang mencalonkan diri calon anggota DPRD Bone Bolango. Jadi hubungan dengan partai itu tidak tahu. Dia pernah berkata, ‘Kamu kalau tidak pilih Nani atau Iriani itu kuburan pindah dan ini saya pagar (jalan).’ Nani itu dari NasDem,” ucapnya di Gorontalo, pada Sabtu (12/1).

Kasus pemindahan makam itu mendapat tanggapan cepat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Robikin Emhas menyesalkan kasus pemindahan 2 kuburan tersebut, dan menilai kasus ini telak mengoyak rasa kemanusiaan. “Pemindahan 2 jenazah yang telah dikebumikan gegara beda pilihan caleg dengan pemilik tanah kuburan sangat mengoyak rasa kemanusiaan,” ujarnya di Jakarta, pada Minggu (13/1).

Menurutnya, dalam kasus ini jelas terlihat bahwa politik hanya dipahami sebagai sarana mendapatkan kekuasaan sehingga segala macam cara dihalalkan demi memenangkan kontestasi politik. “Politik yang seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan justru mematikan rasa kemanusiaan itu sendiri,” katanya.

Padahal pesta demokrasi, lanjutnya, pemilu seharusnya menjadi kegembiraan nasional, layaknya pesta yang tak perlu ada satu pun gelas pecah. “Semoga peristiwa memilukan pemindahan kuburan akibat beda pilihan politik di Gorontalo menjadi satu-satunya kejadian dan tak terulang di kemudian hari. Toh, politik adalah sarana pemanusiaan manusia,” tandasnya. (ar/detik/idntimes).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*