Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengingatkan semua pihak agar tidak merusak Pemilu dengan hoaks. Ia meminta masyarakat tidak kembangkan hoaks terkait rekapitulasi atau penghitungan suara Pemilu.

“Jadi jangan tindak sendiri-sendiri dan jangan terus kembangkan hoaks yang seakan-akan di sini ada rekayasa,” ucapanya di Kantor KPU, Jakarta, pada Rabu (24/4).

Menurut Mahfud, meskipun terjadi beberapa kesalahan entry data scan formulir C1 ke Situng KPU, tetapi hal itu bukan berarti KPU curang. Apalagi, kesalahan entry data tak seberapa jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan TPS. Namun, Mahfud tetap meminta KPU segera memperbaiki kesalahan tersebut.

KPU menjamin transparansi penghitungan dan rekapitulasi suara, lantaran setiap petugas dan saksi di TPS memegang formulir C1 atau hasil penghitungan suara. Mahfud juga menyarankan masyarakat untuk adu data jika punya argumen sendiri.

“Kami tadi melihat sendri bahwa server pengelolaan data ada di sini. Bohong kalau bilang ada curang dan orangnya (yang menginput data) Indonesia sendiri, enggak ada asingnya saya tadi lihat,” ucapnya.

“Jangan sampai pemilu, KPU ini dirusak berita hoaks, nanti semuanya adu data. Kalau perlu mereka yang punya adu data bandingkan,” tandasnya.(aw/kompas).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*