Martalinda Basuki/kompas.com

Martalinda Basuki/kompas.com

Malang, LiputanIslam.com – Saat ini semakin banyak wirausahawan muda yang jadi jutawan berkat kesuksesan bisnisnya. Bahkan hal tersebut diraihnya sejak masih duduk di bangku kuliah. Salah satunya adalah Martalinda Basuki yang menggeluti usaha cokelat. Dari bisnis itulah pundi-pundi uang mengalir ke kantongnya setiap bulan.

Mahasiswi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang ini telah membukukan omzet yang luar biasa dari bisnisnya. Omzetnya ditaksir sekitar Rp 500 juta. Dengan mengusung tema unik, Cokelat Klasik, kini ia mampu memiliki kantor sendiri dan memimpin 178 orang karyawan, seperti dilansir dari kompas.com.

Kisah bisnisnya berawal dari sebuah Cafe yang didirikannya di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri pada tahun 2011. Sayangnya meskipun ramai pembeli, cafenya tersebut harus tutup karena salah pengelolaan.

Dari kondisi terpuruk itulah Martalinda mengalami titik balik untuk tetap fokus dan berusaha bangkit. Memalui survey yang dilakukannya akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada kebutuhan konsumen yakni cokelat.

Gadis yang lahir pada 13 Maret 1991 ini akhirnya berinovasi dengan menggunakan rombong atau gerobak dorong untuk menjajakan cokelat klasiknya. Dari satu rombong hingga kini Martalinda telah memiliki sekitar 120-an rombong Cokelat Klasik. Rombongnya telah menyebar di bebagai daerah 24 kota/kabupaten di Indonesia.

“Total ada 250.000 cup yang terjual dari seluruh rombong dalam satu bulan” ungkap Martalinda.

120 jumlah rombong tidak dimilikinya sendiri, namuan ada 70 rombong yang juga dikelola bersama mitra bisnisnya. Kini ia telah mendirikan sebuah pabrik sekaligus kantornya dengan total pekerja 178 orang.

Ia berharap bisa membuka 3.000 outlet Cokelat Klasik. Kini ia tengah mengembangkannya dalam sistem kemitraan. Meskipun pernah salah kelola membuat Cafe, namun ia berharap bisa membuka Cafe kembali dengan pengelolaan yang lebih baik dan sebagai salah satu cara memopulerkan Cokelat Klasik yang telah ia besarkan selama ini. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*