Foto: Mahasiswa UTS berfoto di Boston/pulausumbawanews.com

Foto: Mahasiswa UTS berfoto di Boston/pulausumbawanews.com

LiputanIslam.com – Riuh tepuk tangan bergaung tak henti-hentinya di ruangan Hynes Convention Center, Boston (3/11). Ribuan penonton dari 250 tim yang berasal dari 130 negara menjadi saksi hidup prestasi gemilang yang ditorehkan putra putri Indonesia asal Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) naik ke podium.

Mereka akhirnya menyabet tiga penghargaan sekaligus dari kompetisi tingkat dunia pada ajang International Genetically Engineered Machine) iGEM 2014 di Boston, Amerika.

Selain sudah mendapatkan medali perunggu dari Project Econey, menyusul penghargaan lain yakni Best Policy and Practices Shout Out dan iGEM Chairman’s Award yang merupakan penghargaan paling prestisius dari Presiden iGEM seperti laporan dari pulausumbawanews.com.

Mereka yang tergabung dalam tim Sumbawagen asal UTS Sumbawa adalah Cindy Suci Ananda, Mochammad Isro Alfajri, Adelia Elviantari, Fahmi Dwilaksono, Muhammad Al Azhar, Rian Adha Ardinata, Yulianti, dan Indah Nurulita.

Juara/pulausumbawanews.com

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika President and Founder iGEM Foundation memeluk kedelapan anak muda putra putri Indonesia yang kembali mengharumkan nama bangsa dan negara. Tak ketinggalan 120 juri yang hadir pada saat itu pun melakukan standing applause sebagai sebuah penghormatan kepada para mahasiswa muda Indonesia.

Bukan hanya bertabur ucapan selamat, para juara ini pun langsung bertabur bantuan penelitian dan dana untuk mengembangkan project mereka, Project Econey, yang merupakan alat sensor glukosa dalam Madu Sumbawa hasil rekayasa genetika bakteri E.Coli yang langsung manfaatnya dirasakan oleh para petani madu di Sumbawa.

Beberpa professor yang menyaksikan delapan mahasiswa asal Sumbawa ini terkagum-kagum karena mereka mampu menciptakan sebuah penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia ditengah keterbatasan fasilitas dan lokasi yang sulit untuk dijangkau karena infrastruktur yang kurang memadai.

Walhasil banyak negara yang menawarkan berbagai program bantuan dana kepada UTS dalam mengembangkan teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Randy Rattberg pun mengamini bahwa tim dari UTS sangat pantas mendapatkan dua penghargaan terakhir yang sangat prestisius karena  karya mereka sangat aplikatif. Tujuan salah satu kompetitis iGEM dilaksanakan adalah agar para peneliti muda berlomba-lomba dalam memberikan sumbangsih terbaik bagi masyarakat dunia. Dan hal tersebut tercermin secara nyata dari karya tim Sumbawagen asal UTS Sumbawa yang memberikan solusi pada para petani Madu Sumbawa.

Uniknya bahkan para juri sempat tidak mengetahui di mana Sumbawa. Namun, akhirnya mereka mengetahuinya melalui internet bahwa ternyata Sumbawa merupakan pulau kecil yang jauh dari ibukota namun memiliki benih-benih peneliti muda yang luar biasa berprestasi. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL