AndroidYogyakarta, LiputanIslam.com – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Tak heran jika founding father kita, Ir. Soekarno pernah berkata, ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’, yang kemudian kita kenal dengan JAS MERAH. Hampir seluruh kejadian yang kita alami hari ini, memiliki keterkaitan yang erat dengan masa lalu.

Masih ingat kejadian yang baru saja dialami oleh Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri? Ia menjadi bulan-bulanan lantaran mengenakan kaos bergambar palu dan arit. Sepintas, tidak ada yang salah dengan pakaiannya. Namun masyarakat Indonesia yang sangat sensitif dengan komunis, mengansumsikan kaos tersebut sebagai upaya penyebaran ideologi yang telah dilarang itu. Inilah salah satu efek kejadian di masa lalu yang berdampak besar di masa kini dan bahkan di masa depan.

Tapi, sudah memadaikan pengetahuan kita tentang sejarah?

Menyadari betapa pentingnya sebuah sejarah, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Hardika Dwi Hermawan dan Rifky Ayu Ramadhani menciptakan sebuah aplikasi pembelajaran sejarah yang diberi nama Arbook Sejarah.

“Arbook Sejarah kepanjangan dari Augmented Reality Book Sejarah. Kami berharap Arbook Sejarah menjadi buku pembelajaran sejarah yang menarik dan dapat mendukung pembelajaran sejarah dengan perpaduan interaksi manusia dan komputer yang tinggi,” kata Hardika, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, penggunaan “augmented reality” yang menggabungkan antara dunia maya dan dunia nyata merupakan solusi yang baik dan menarik untuk mendukung pembelajaran di kelas.

Dengan “augmented reality“, kata dia, siswa dapat langsung memahami suasana, kondisi, dan alur cerita yang terjadi pada sebuah peristiwa sejarah. Siswa tidak lagi hanya membaca tulisan dan gambar yang diam saja dan membuat bosan.

Ia mengatakan aplikasi Arbook Sejarah tersebut telah digunakan oleh guru sejarah SMP Negeri 3 Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Tuti Utami untuk mengajar.

“Tuti Utami menggunakan media tersebut dalam evaluasi program United State Agency for International Development (USAID),” katanya.

Menurut Hardika, Tuti menyatakan penggunaan Arbook itu sangat membantu proses pembelajaran di kelas, dan seluruh siswa merasa tertarik dan terbantu dengan media tersebut.

“Kami berharap keberadaan Arbook Sejarah itu dapat membantu siswa dalam memahami sejarah sehingga mereka tidak mengalami amnesia sejarah,” katanya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*