Lomba PosterYogyakarta, LiputanIslam.com – Apakah ada seseorang yang suka dikerjai/ di-bully oleh teman-temannya? Sepertinya tidak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas bullying sangat marak terjadi di Tanah Air, terutama di sekolah-sekolah. Yang tak kalah miris, kadang bullying ini sering berbalut kegiatan resmi sekolah.

Ditinjau dari sisi psikologis, korban bullying akan mengingat hal itu sebagai peristiwa traumatik dan menyakitkan dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian menyebutkan bahwa mereka yang mengalami bullying ketika masa anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi dan kecemasan, dan kemungkinan memiliki kualitas hidup yang lebih rendah pada usia 50 tahun.

Harus ada suatu langkah persuasif yang diambil untuk memerangi bullying. Dan itulah yang dilakukan oleh Tim Program Kreatifitas Mahasiwa Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta ‘House of Care : Anti-Bullying’, yang mengadakan lomba poster dengan tema ‘Anti-Bullying’ di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Selasa, 14 April 2015. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka bahayanya bullying dan juga untuk memerangi bullying.

“Dengan lomba ini diharapkan mereka lebih aware terhadap tindakan-tindakan bullying yang marak terjadi disekitar mereka,” kata Andrian Adzanas ketua tim PKM, di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, seperti dilansir Kabar Kampus.

Menurut Andrian, lomba poster ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi kelas VII dan VIII di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Poster yang dilombakan terdiri dari dua bentuk, yaitu poster digital dan poster non-digital.

Selanjutnya kata Andrian, selain untuk memerangi bullying, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi mereka supaya mengerti dampak dan cara penanggulangannya. “Kami juga akan mengajak orang tua/wali dan guru-guru SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta dalam kegiatan kami, sehingga mereka juga tahu bagaimana cara menjaga anak mereka dari tindakan-tindakan seperti ini,” terangnya.

Dari pihak sekolah sendiri sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan ini. Mereka berharap program ini bisa berlanjut kedepannya.

“Kami dari pihak sekolah menyambut baik adanya kegiatan ini. Supaya bisa mendorong siswa-siswi kami lebih aware terhadap tindakan-tindakan bullying yang bisa mengganggu kegiatan belajar mereka. Selain itu supaya orang tua/wali dan guru-guru bisa maksimal dalam mengawasi anak-anak mereka diluar jam sekolah,” kata Nilawati Isdwiantari, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL