jawapos

Jawapos

Filipina, LiputanIslam.com – Sebanyak 23 kendaraan futuristis hemat energi buatan mahasiswa dari 18 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dilombakan dalam Shell Eco-Marathon Asia (SEMA) 2015 di Manila, Filipina. Perjuangan mahasiswa mengikuti event bergengsi tersebut terungkap di area paddock.

Paddock itu dibangun cukup luas –kira-kira setengah lapangan bola lebih sedikit– karena harus bisa menampung 133 tim dari 17 negara beserta kendaraan hemat energi miliknya. Apabila rata-rata satu tim terdiri atas sepuluh orang, arena paddock tersebut disesaki sekitar 1.330 orang beserta 133 unit mobil. Tenda tersebut juga menjadi bengkel raksasa para tim untuk mempersiapkan kendaraannya sebelum melaju di lintasan, seperti diberitakan jawapos.com.

Tim-tim dari Indonesia itu berasal dari 18 perguruan tinggi. Di antaranya, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Turut berpartisipasi pula tim dari Universitas Jember (Unej), Universitas Tarumanegara, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Terdapat dua jenis kendaraan hemat energi karya mahasiswa yang diinspeksi di dalam area paddock tersebut, yaitu prototype dan urban concept. Definisi untuk setiap kendaraan bisa dilihat dari bentuknya yang futuristis dan unik. Urban concept, misalnya. Kendaraan tersebut berjenis hemat energi dan berbentuk mirip mobil sungguhan yang memiliki empat roda. Meski ukurannya sangat imut dan hanya bisa ditumpangi satu orang, kendaraan itu juga dilengkapi lampu depan dan belakang, serta klakson.

Tidak mudah untuk bisa lolos tahapan inspeksi kelayakan itu. Untuk inspeksi hari pertama SEMA 2015 pada Rabu pekan lalu (25/2), tidak ada satu pun tim yang lolos, termasuk tim dari Indonesia. Kendaraan tim yang gagal harus kembali masuk ke sekat paddock untuk dipereteli lagi, kemudian kembali diinspeksi hingga batas inspeksi Sabtu (28/2) atau kemarin (1/3) sesuai dengan jadwal berlomba masing-masing tim.

Tim yang bernama Cikal Diesel (ITB) menjadi salah satu tim yang beruntung dalam tahap inspeksi pada hari itu. Sebab, kendaraan mereka yang mengusung urban concept lolos inspeksi teknis dan keamanan sehari sebelumnya. ’’Sudah. Kami termasuk yang pertama lolos inspeksi,’’ ujar Manajer Tim Erdevin Prima Basten dengan rona wajah puas.

Pada SEMA 2014, mereka sukses membawa pulang piala runner-up dalam kelas urban concept diesel alternatif dengan bahan bakar fatty acid methyl ester (FAME). Saat itu kendaraan mereka berhasil menempuh 120 kilometer hanya dengan menggunakan satu liter FAME. ’’Kami mempersiapkan ini jauh-jauh hari dan selalu belajar dari pencapaian terdahulu,’’ terang Prima. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*