Mah

Sumber: kemenag.go.id

Kendari, LiputanIslam.com– Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori mengatakan bahwa mahasiswa harus cerdas dalam memahami masalah-masalah kekinian. Mahasiswa perlu membekali diri dengan pemahaman agama dan ilmu pengetahuan yang cukup.

Hal itu disampaikan Ruchman dalam dialog kemahasiswaan dengan aktivis mahasiswa intra kampus IAIN Kendari yang mengangkat tema “Transformasi Nilai-Nilai Intelektualitas dan Religiusitas dalam Pengembangan Lembaga Kemahasiswaan” di Kendari, Sulawesi Tenggara, seperti dilansir kemenag.go.id, pada Kamis (7/2).

“Nilai-nilai intelektualitas dan religiusitas perlu diimplementasikan berimbang dalam pengembangan dunia kemahasiswaan, untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa millenial,” katanya.

Ruchman mengaku dirinya prihatin dengan model beragama yang tertutup, yakni model beragama yang menganggap pemahamannya yang paling benar (truth claim) dan kurang bersandar pada sumber-sumber keagamaan yang otoritatif.  “Beragama itu harus dengan ilmu jangan hanya berbekal semangat saja,” ujarnya.

“Jadikan lembaga kemahasiswaan PTKI sebagai laboratorium moderasi beragama tempat saling berdialog dan mengkaji secara terbuka,”  tandasnya. (aw/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*