Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), H Arifin Junaidi mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pengauatan paham Islam Wasathiyah (moderat) dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Menurutnya, salah satu alasan perlunya mendorong Islam Wasatiyah adalah untuk memperkuat kebangsaan di tingkatan sekolah. Sebab upaya ini adalah langkah menghalau gerakan Islam ‘kanan’ yang mencoba menyusup ke dalam sistem pendidikan.

“Mereka mencoba masuk ke dalam semua lini dengan tujuan mendirikan negara khilafah. Cara yang mereka pakai adalah dengan membid’ahh-bid’ahkan ajaran Islam seperti kitab barzanji misalnya,” katanya di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Arifin, penggunaan Islam Wasathiyah lebih ‘aman’ dan tidak resisten dari pada istilah ‘Islam Nusantara’. “Selama ini ketika ngomongnya Islam Nusantara banyak yang berkomentar, tapi kalau Islam Wasathiyah cenderung lebih aman. Tidak ada yang berkomentar,” ujarnya.

Sementara Ketua Badan Wakaf Indonesia, M. Nuh mengatakan upaya penguatan paham Islam moderat akan memiliki dampak strategis baik bagi NU. Pengembangan kurikulum juga semestinya menyinggung tiga hal yang substantial yakni etika, skill dan ilmu pengetahuan (attitude, skill, dan knowledge).

Nuh juga menyampaikan pentingnya menyiapkan hal besar untuk menyambut ulang tahun ke 100 NU mendatang dengan menelorkan pemikiran strategis yang besar seperti sekaligus pemikiran praktis. “Kita harus belajar menanam satu-satu. Silakan tanam apa saja sehingga ketika 100 tahun nanti sudah siap”, ucapnya. (ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*