pic http://earthobservatory.nasa.gov/

pic http://earthobservatory.nasa.gov/

LiputanIslam.com –Menurut laporan earthobservatory.nasa.gov  kebakaran hutan di Indonesia bukanlah kebakaran hutan biasa. Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sangat sulit untuk dipadamkan. Pasalnya kebakaran terjadi dibawah permukaan tanah dan bisa berlangsung cukup lama hingga berbulan-bulan. Dengan kasus tersebut tentu petugas kebakaran tidak bisa dijadikan andalan utama karena mereka pun pasti akan kewalahan menghadapi gelombang kebarakan. Hasilnya, polusi udara berupa asap tebal hampir mirip seperti kabut tebal menghiasi beberapa kota hingga negeri tetangga. Dan kejadian ini berlangsung setiap tahunnya.

Beberapa protes gencar dilakukan masyarakat terutama beberapa kota yang terkena dampak asap kebakaran hutan. Seperti dalam halaman change.org disini, Rahmi Carolina, penggagas petisi, melakukan gerakan mempetisi Presiden Indonesia Joko Widodo untuk mengembalikan hak masyarakat Riau atas udara bersih. Rahmi bercerita betapa menganggunya asap kebakaran tersebut baik untuk kesehatan juga mengganggu aktifitas sehari-hari.

Kebakaran hutan yang terjadi akhirnya menimbulkan korban. Beberapa korban bahkan jatuh dari kalangan anak-anak yang lemah yang seharusnya mendapatkan perlindungan lebih dari negara. Seperti dalam laporan Liputan6.com, diberitakan bahwa seorang anak berusia 12 tahun bernama Muhanum Anggriawati akhirnya meninggal dunia pada hari Kamis, 10 September 2015 setelah menderita ISPA. Bocah tersebut meninggal dunia karena mengalami gagal pernafasan. Paru-parunya dipenuhi dengan lendir dan dahak akibat asap kebakaran hutan.

korbanasapHari ini, linimasa pun diliputi berita duka dari Jambi. Sebuah akun yang sepertinya dimiliki seorang ibu, memposting dirinya bersama anaknya yang sudah meninggal dunia. Sebuah pemandangan yang sangat pilu dan menyayat hati. Dalam postingannya sang ibu berujar “Cukup anak hamba ya Allah yang jadi korban asap yang tidak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain. Sesak napas, batuk, pilek, akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab“.

Hingga kini mengalir ucapan belasungkawa kepada ibu korban. Balita dengan usia kira-kira 3-4 tahun telah terbujur kaku, sebelumnya harus dirawat dengan alat bantu pernafasan.

Nitzen pun hingga kini terus menyebarkan duka sebagai rasa belasungkawa agar tidak ada lagi korban terutama dari kalangan anak-anak yang jatuh akibat asap kebakaran hutan.

Kebakaran hutan yang kerap terjadi diindikasikan karena beberapa perusahaan yang membuka lahan untuk perkebunan dengan cara membakar hutan. Praktik pembakaran hutan ini dari tahun ke tahun tetap saja terjadi hingga seorang aktor Harrison Ford pun geram pada Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifi Hasan.

Indonesia kembali menjadi sorotan dunia. Singapura pun sangat geram karena Indonesia seperti seolah membiarkan kebakaran terjadi dihadapan para aparatur negara. Singapura geram karena ikut menerima dampaknya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL