keranjang kuning tanpa lengan

Karanganyar, LiputanIslam.com – Indonesia tengah disorot karena merupakan salah satu negara penyumbang limbah plastik terbesar di dunia yang dibuang ke lautan. Ditengah keprihatinan tersebut ternyata masih banyak orang yang peduli dengan lingkungan. Salah satunya memanfaatkan sampah atau limbah yang dijadikan berbagai macam kerajinan dan barang yang dapat digunakan kembali. Bahkan limbah tersebut kini menjadi penopang hidup masyarakat menengah bawah. Para pecinta lingkungan sambil mengisi di sela-sela kesibukan sehari-hari dengan giat terus menularkan virus cinta lingkungan dengan mengolah sampah menjadi lebih bernilai.

Salah satu contoh sukses pengolah limbah adalah seorang pengrajin ekonomi kreatif asal Desa Keradenan Serangan Colomadu Kabupaten Karanganyar menyulap limbah kertas koran menjadi sejumlah kerajinan keranjang cantik tempat buah-buahan yang banyak diminati konsumen.

Pengrajin limbah koran Christian Haryanto (47), di Karanganyar, Selasa, mengatakan, bahwa bisnis ekonomi kreatif dari limbah kertas koran menjadi sejumlah barang yang memiliki nilai tambah seperti keranjang buah, tempat pensil, tisu, dan kotak penyimpan uang (celengan), seperti dilansir dari antara.

“Saya menekuni bisnis limbah koran itu, sejak 2008 hingga sekarang dan permintaan pasar terus bertambah,” kata Christian Haryanto.

Menurut dia, ide mengubah limbah korban menjadi barang yang cantik dan mempunyai nilai tambah tersebut dari dirinya setelah membaca dari buku-buku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan limbah menjadi barang yang berguna dan bernilai.

Christian Haryanto menjelaskan pembuatan kerajinan dari limbah kerta koran tersebut cukup mudah. Berawal limbah kertas koran yang direndam dengan air selama tiga hari hingga lembut atau lunak.

Limbah kertas koran yang yang sudah lunak tersebut, kata dia, kemudian dihaluskan lagi dengan cara diblender menjadi bubur, setekah itu, ditiriskan hingga kering. Kertas yang menjadi bubur kering itu, kemudian dicampur dengan lem dan ditiriskan kembali dan baru dicetak sesuai bentuk barang yang diinginkan.

Limbah koran yang sudah menjadi bentuk keranjang buah, tempat pencil, tisu, dan celengan dijemur hingga kering kemudian dicat warna sesuai corak yang banyak diminati konsumen, dan kemudian dilapisi pernis untuk menutup pori-porinya.

“Limbah koran itu, sudah menjadi bentuk barang kerajinan yang memiliki nilai tambah. Kami menjual hasil kerajian kreatif itu, dari Rp15 ribu per buah hingga Rp50 ribu per buahnya,” katanya.

Menurut dia, dari hasil penjualan tersebut keuntungan sekitar 25 hingga 30 persen dari biaya produksi. Dan, pihaknya yang menggunakan 10 tenaga kerja mampu memproduksi sekitar 2.500 buah per bulannya.

Christian Haryanto menjelaskan, permintaan hasil kerajinannya datang dari berbagai kota seperti Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Cirebon, dan Jakarta.

“Kerajinan hasil kami permintaan dari tahun ke tahun terus bertambah dan bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri permintaan keranjang buah bisa mencapai 2.500 per hari,” katanya.

Menurut dia, dirinya bersama hasil kerajinan barang dari limbah kertas koran tersebut juga sudah ikut pameran di berbagai daerah sepertri Semarang, Surabaya, dan Jakarta.

“Kami terus tekuni bisnis ekonomi kreatif ini, untuk mengubah limbah kertas koran menjadi barang yang bernilai dan bermanfaatk bagi masyarakat banyak ini,” kata Christian Haryanto.  (fie/antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL