Sumber: nu.or.id

Tasikmalaya, LiputanIslam.com– Generasi Muda Nahdlatul Ulama bersama PC GP Ansor dan Lesbumi NU Kabupaten Tasikmalaya menggelar Lomba Al-Barzanji dan Burdah. Lomba tersebut digelar dalam rangka Harlah NU ke 94 dan rangkaian pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya masa khidmah 2017-2022.

Al-Barzanji dan Burdah kerap dibacakan di berbagai momentum. Mulai rutinan malam Jumat atau saat-saat tertentu seperti halnya prosesi cukuran bayi yang baru lahir. Namun kini tradisi membaca Al-Barzanji dan Burdah mulai kurang populer di kalangan masyarakat luas. Khususnya masyarakat perkotaan.

Dalam kegiatan lomba tersebut, Al-Barzanji dan Burdah dikombinasikan dengan musik islami dan seni. “Pada lomba kali ini pembacaan Al-Barzanji dan Burdah ini kita kemas dalam bentuk yang lain. Kita kombinasikan dengan seni musik tradisional yang bernada islami. Ada yang dengan marawis, tagoni maupun hadrah,” ujar Ketua Lesbumi NU Kabupaten Tasikmalaya, Imam Mudofar, seperti dilansir NU Online, pada Senin (24/4).

Imam Mudofar menjelaskan, Al-Barzanji dan Burdah berisi tarikh atau sejarah Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya lengkap dengan syair-syair yang berisi pujian atau sanjungan pada Sang Nabi akhir zaman. Ia juga mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang awam tentang hal itu. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi lanjut dia, tidak sedikit orang menganggap Al-Barzanji dan Burdah itu menyesatkan.

Pada kesempatan itu, Imam juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Al-Barzanji dan Burdah pada masyarakat. “Intinya kita ingin tetap melestarikan tradisi pembacaan Al-Barzanji dan Burdah ini di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya. (Ar/NU Online)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL