rapotivi

Jakarta, LiputanIslam.com – Semakin hari makin banyak tayangan televisi yang merugikan bahkan meresahkan masyarakat. Mulai dari persailnan live selebritis hingga tayangan kekerasan yang mungkin saja bisa dicontoh dan ditiru oleh anak-anak. Bahkan beberapa iklan tertentu pun tayang tidak sesuai dengan waktunya.

Menyikapi hal tersebut kini masyarakat bisa mengadukan langsung tayangan-tayangan yang dianggap merugikan melalui aplikasi android Rapotivi yang bisa diunduh secara gratis melalui Google Play.

“Frekuensi adalah milik publik. Pajak publik dipakai untuk membiayai pengelolaan frekuensi tersebut. Karena sudah meminjam frekuensi dan mengambil untung dari siaran iklan, maka stasiun TV wajib menyediakan tayangan yang sehat, benar, dan bermanfaat bagi publik,” kata Roy Thaniago Direktur Remotivi di Jakarta, Sabtu, seperti dilansir dari antaranews.com.

Roy menkelaskan dengan mengunduh Rapotivi, maka warga bisa melaporkan tayangan karena setiap aduan yang masuk akan diverifikasi tim Rapotivi kemudian diteruskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Tim Rapotivi secara berkala akan melaporkan status aduan yang disampaikan warga sekaligus mengawal proses pengaduan hingga ditanggapi oleh KPI.

Roy mengatakan Rapotivi diciptakan untuk mempermudah KPI mendapatkan pengaduan langsung dari warga secara valid sekaligus mengawal hingga laporan tersebut diterima.

Roy memaparkan bahwa Rapotivi tercetus akibat sebagian industri TV Indonesia gagal memenuhi hak warga mendapatkan tayangan bermanfaat karena terdapat acara bermuatan kekerasan, objek seks, melecehkan penyandang difabilitas, profesi atau masyarakat adat tertentu, serta pemberitaan tidak relevan dengan kebutuhan warga, seperti perceraian dan persalinan pesohor.

Rapotivi juga bisa digunakan untuk mengadukan produk jurnalistik yang tidak berimbang, kata Roy, terutama menjelang penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.

Selain itu, Rapotivi juga akan menerbitkan komik, infografis, dan berita pendek soal isu pertelevisian di Indonesia dengan mengakses rapotivi.org.

Untuk satu bulan pertama, Rapotivi menargetkan lima ribu aplikasi diunduh masyarakat dari kalangan mahasiswa dan pekerja di bawah usia 45 tahun karena usia tersebut dinilai kritis terhadap tayangan televisi. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL