Sumber: nu.or.id

Jombang, LiputanIslam.com– Putra KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), KH Hasib Wahab menjelaskan bahwa lagu Hubbul Wathan memang sengaja dibuat berbahasa Arab untuk mengelabuhi penjajah. Mbah Wahab sudah berpikir jauh kedepan dalam upaya membangkitkan semangat para pemuda khususnya kalangan santri dalam melawan penjajah. Menurutnya, waktu itu tdak memungkinkan dibuat lagu berbahasa Indonesia.

“Karena situasi dan kondisi pada saat itu sangat tegang, kalau berbahasa Indonesia atau diterjemahkan ke bahasa Indonesia bisa-bisa langsung ditangkap oleh Belanda,” ungkapnya saat peringatan Haul Ke-47 Mbah Wahab di Jombang, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (27/7).

Menurut Kiai Hasib, orang-orang Belanda yang saat itu tengah menjajah Indonesia tidak cukup mengerti dengan bahasa Arab. Di samping sulit untuk diungkapkan, mengartikannya juga tidak mudah. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang kala itu sedikit demi sedikit sudah mulai dipahami oleh orang Belanda.

“Namun karena berbahasa Arab, mungkin dikira shalawatan, akhirnya saat para pemuda menyanyikannya boleh-boleh saja,” ujarnya.

Padahal makna dari lagu tersebut, lanjut dia,  tersirat jelas menyemangati para pemuda agar tidak takut terhadap penjajah, termasuk Belanda. Dengan lagu itu Mbah Wahab berhasil menggelorakan semangat pemuda untuk cinta tanah air Indonesia. Hingga akhirnya para pemuda pada masa itu tidak sedikit pun gentar dengan penjajah.

“Isinya untuk menyemangati pemuda-pemuda Indonesia supaya melawan penjajahan,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*