Foto: NU Online

Foto: NU Online

Sukoharjo, LiputanIslam.com — Pencatutan logo Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara anti-Syiah kembali terulang. Kali ini, NU Sukoharjo yang menjadi sasarannya. Untuk mengklarifikasi hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menggelar jumpa pers. Sedianya, acara tersebut akan diselenggarakan oleh Forum Bersama Umat Islam (FBUI) di Masjid Baiturrahmah Sukoharjo, Ahad (12/4) mendatang.

“Mereka telah mencantumkan nama serta logo NU, Banser dan Pagar Nusa tanpa ada izin dan komunikasi dengan kami. Mereka mencatut nama, logo NU dan banom untuk kegiatan Tabligh Akbar bertema ‘Menjalin Silaturahmi, Menjaga Keutuhan Negeri dan Mewaspadai Pengaruh Syi’ah’. Ini merugikan Jamiyah NU,” ungkap Katib Syuriyah PCNU Sukoharjo, KH Abdullah Faishol didampingi Ketua Tanfidziyah, H Nagib Sutarno, seperti dilansir NU Online, Jumat, 10 April 2015.

Untuk itu, NU Sukoharjo beserta banom, dirasa perlu memberikan klarifikasi atas tindakan tersebut. Pihaknya juga meminta agar logo NU dan Banom dihilangkan dari pamflet tersebut.

“Kami tidak pernah merasa dilibatkan apalagi mendukung acara tersebut, sehingga untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, pencantuman logo harus dihilangkan,” ujar dia.

Poster acara anti-Syiah

Poster acara anti-Syiah

Lebih lanjut dipaparkan, pihak panitia memang telah melayangkan permintaan maaf atas pencantuman logo tersebut, akan tetapi belum dibarengi dengan penghilangan logo.

Namun meski pihak PCNU Solo menolak dikaitkan dengan acara tersebut, dari keterangan Panimas.com, acara ini menghadirkan Habib Achmad Zein Alkaf sebagai pembicara. Sekedar informasi, Zein Alkaf adalah ketua PWNU Jawa Timur.

Seperti diketahui, sebelumnya di Kota Cirebon juga terjadi peristiwa serupa. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Cirebon merasa keberatan karena logo NU dicatut dalam sebuah acara yang menebarkan kebencian.

“Kami akan melakukan tindakan hukum kepada panitia karena telah merugikan Nahdlatul Ulama secara hukum dan etika,” ujar KH. Yusuf, SE, MM selaku Katib Suriyah PCNU Kota Cirebon.

“Pencantuman logo Nahdlatul Ulama dalam acara “Deklarasi Cirebon Menolak Syiah” atau “Diskusi Ilmiah Memperkuat Ahlusunnah Waljamaah dari Noda Kesesatan” adalah tindakan pencatutan yang illegal, karena tanpa kordinasi dan persetujuan Pengurus NU di semua tingkatan,” tambah dia.

Yusuf menambahkan, pihaknya sangat menentang upaya provokasi yang dengan mudah menyesatkan kelompok lain. Selain mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat Cirebon yang berbeda-beda, juga mengancam kebhinekaan masyarakat yang sudah hidup damai dalam keragaman. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL