kri teluk bintuni/detikcom

kri teluk bintuni/detikcom

Jakarta, LiputanIslam.com – Industri pertahanan dalam negeri memang tak dapat dianggap sebelah mata. Wajar jika negara lain berusaha mematikan industri strategis Indonesia terutama saat Indonesia terkena krisis moneter pada tahun 1998 yang mematikan beberapa industri strategis yang bakal menjadi cikal bakal industri terbesar di dunia dengan keunggulan produk produknya.

Salah satu contohnya PT Daya Radar Utama (DRU) berhasil memproduksi kapal jenis Angkut Tank atau landing shift tank (LST) berteknologi canggih untuk mendukung pemenuhan alutsista khususnya bagi TNI Angkatan Laut.

KRI Teluk Bintuni-520 yang berhasil diproduksi oleh PT DRU yang proses penyelesaiannya melibatkan anak bangsa lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Kapal ini diserahterimakan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di galangan PT DRU, Lampung, Rabu (17/6), seperti diberitakan oleh DETIKCOM.

“Pembangunan KRI Teluk Bintuni-520 ini merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan pertahanan untuk mewujudkan kekuatan pokok minimal atau minimum essential forces (MEF),” ucap Ryamizard dalam keterangan pers Kemhan yang diterima detikcom, Kamis (19/6/2015).

KRI Teluk Bintuni, kata Ryamizard, juga dapat memperkuat TNI AL dalam mendukung program pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kapal ini dirancang untuk bisa mengangkut tank MBT Leopard milik TNI AD yang berbobot 62,5 ton dan tank BMP-3F milik Marinir.

“Pembangunan KRI Teluk Bintuni-520 yang dilaksanakan oleh PT. DRU sebagai salah satu bentuk pembinaan pemerintah terhadap kemampuan industri dalam negeri sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain dalam pengadaan alutsista di masa mendatang,” jelas jenderal (purn) bintang 4 itu.

Kapal LST itu terbuat dari baja khusus pada bagian hulu atau lambungnya. Baja khusus tersebut diperoleh dari PT Krakatau Steel. Spesifikasi KRI Teluk Bintuni memiliki panjang 120 meter dengan lebar 18 meter, dan tinggi 7,8 meter. Kapal dengan draft 3 meter tersebut memiliki ketahanan di laut (endurance) 20 hari. Kapal didesain untuk mampu mendarat di pantai.

KRI Teluk Bintuni mampu mengangkut 10 Tank Leopard, 476 orang (kru dan pasukan), serta 1 unit helikopter. Menhan pun lantas meneruskan serah terima kapal ini kepada Mabes TNI dan TNI AL. Rencananya KRI Teluk Bintuni akan diproyeksikan untuk memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer TNI AL (Kolinlamil) dan akan segera beroperasi. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL