Agung Adiprasetyo/kompas.com

Agung Adiprasetyo/kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Agung Adiprasetyo yang juga merupakan CEO Kompas Gramedia mengatakan, pengembangan industri kreatif bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana. Baginya, kreativitas tak selalu lahir dari pemikiran yang berat.

Dalam sambutannya dalam acara Smart Outlook 2015, di Jakarta (10/12) Agung mengungkapkan “intinya bagaimana kreativitas itu enggak usah mikir yang jauh-jauh, yang penting ada yang membantu katakanlah pemerintah, ikut membantu industri kreatif,” seperti dilansir dari kompas.com.

Agung memberikan contoh, kreativitas di Jakarta misalnya dapat dimulai dari cara seseorang bisa mencapai tempat tujuan. Kemacetan Jakarta yang sangat parah membuat orang kreatif bisa sampai di tempat tujuan.

“Misalkan tadi saya ke sini (Sampoerna Strategic Square) macet parah, nah berpikir kreatif itu apakah saya harus turun dari taksi atau naik ojek. Saya putuskan untuk terus naik taksi masih kena macet, lalu saya naik ojek masih kena macet. Akhirnya saya jalan kaki juga,” tutur dia diiringi tawa.

Ditengah kemacetan Jakarta yang semakin parah, muncul juga sebuah jasa kiriman yang menggunakan sepeda. Salah satu contoh jasa kreatif yang tak menyerah dengan keadaan. Terobosan tersebut dianggap sebagai peluang usaha yang potensial ditengah kemacetan yang belum terselesaikan. Keadaan yang kurang menguntungkan bisa diubah menjadi sebuah peluang ekonomi.

“Salah satu yang menyelamatkan Indonesia dari krisis pada tahun 2008 adalah usaha Industri kreatif” ungkapnya.

Bangsa Indonesia bisa diselamatkan dari krisis karena pada tahun 2008 pertembuhan ekonomi Indonesia bertumbuh positif hingga 4 persen. Hal tersebut tidak lain karena keberadaan industri kreatif di Indonesia.

Pada tahun 2008, perekonomian dunia mengalami keterpurukan. Namun disisi lain, Indonesia terus tumbuh perekonomiannya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL