KPK Gantung kasus

Yogyakarta, LiputanIslam.com – Seperti diberitakan media nasional sebelumnya bahwa ada paket soal UN SMA 2015 yang bocor karena diunggah di Google Drive oleh salah satu oknum karyawan sebuah percetakan soal UN di Jakarta.

Mengetahui hal tersebut memang merupakan paket soal UN yang sedang diujikan, seorang pelajar di Yogyakarta segera melaporkannya dengan mengirimkan surat elektronik pemberitahuan tentang bocornya soal UN 2015.

Sebagai bentuk apresiasi akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan khusus kepada siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta karena berani melaporkan kebocoran soal Ujian Nasional melalui tautan di Internet.

“Penghargaan ini diberikan karena adik-adik SMA Negeri 3 Yogyakarta adalah siswa-siswa yang berani menegakkan keadilan dan kebenaran. Mereka memiliki kesempatan untuk memanfaatkan soal yang bocor namun tidak mereka lakukan,” kata pejabat Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Pauline Arifin saat memberikan penghargaan itu di SMA Negeri 3 Yogyakarta, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta patut disebut sebagai agen perubahan dan menjadi contoh bagi siswa-siswa lain.

Pauline menyebut, pemberian penghargaan kepada siswa dan sekolah yang berani menyampaikan laporan kebocoran soal ujian nasional baru dilakukan untuk pertama kalinya di SMA Negeri 3 Yogyakarta.

“Untuk konteks lain, KPK juga sering memberikan penghargaan,” katanya.

Penghargaan KPK berupa plakat dan pin bertuliskan “berani jujur itu hebat” yang kemudian disematkan di baju siswa.

Muhammad Tsaqif Wismadi, siswa yang menyampaikan laporan indikasi kebocoran soal ujian nasional, mengatakan, ia memutuskan untuk melapor karena ingin mencari keadilan bagi teman-temannya yang menjalankan ujian nasional.

“Banyak teman-teman yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk belajar demi ujian nasional. Orangtua dan sekolah juga sudah melakukan berbagai usaha. Jika ada bocoran soal, maka itu menjadi tidak adil,” katanya.

Ia mengaku banyak memperoleh ancaman setelah menyampaikan laporan itu.

“Ya, didiamkan saja. Orangtua mendukung tindakan saya meskipun ibu merasa khawatir dengan banyaknya ancaman yang masuk,” kata Muhammad, yang ingin meneruskan pendidikan di bidang perencanaan kota di Universitas Gadjah Mada. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL