Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susianah Affandy menanggapi dengan serius atas terjadinya intimidasi anak pada acara Car Free Day (CFD) pada Minggu 29 April 2018 kemarin. Ia menyesalkan fasilitas  rekreasi CFD yang tidak ramah anak, bahkan membuatnya menjadi takut disebabkan intimidasi orang dewasa untuk tujuan-tujuan politik.

“Anak yang tengah bersama ibunya menangis dan ketakutan karena secara psikologis pada tersebut mereka merasa jiwanya terancam, sehingga menangis,” ujarnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Senin (30/4).

Susi menegaskan bahawa rekreasi adalah hak anak yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Fasilitas CFD yang diberikan pemerintah seharusnya digunakan untuk menjamin terpenuhinya hak anak atas rekreasi bersama keluarganya. “Fasilitas ruang terbuka seperti ini sangat mahal dan sulit diakses oleh warga Jakarta,” katanya.

Ia menyesalkan kasus yang terjadi di Bundaran HI memperlihatkan tentang perilaku politik yang arogan. “Ironisnya tindakan tersebut dipertontonkan kepada anak-anak yang juga sedang rekreasi di car free day,” ucapnya.

Susi juga mengatakan, bahwa penyampaian aspirasi politik harus tetap mengindahkan kesantunan dan menghormati hak-hak anak. Anak harus terlindungi dari eksploitasi politik. Jadikan CFD sebagai ruang rekreasi keluarga yang ramah anak.

“Kalaupun selama ini fasilitas CFD digunakan untuk hal di luar rekreasi keluarga, kami tidak mempermasalahkan sepanjang untuk kepentingan kemaslahatan, seperti edukasi, penyuluhan, dan kampanye yang membangun partisipasi warga masyarakat,” ungkapnya. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL