awkarinJakarta, LiputanIslam.com — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akhirnya mengadakan pertemuan dengan Karin Novilda, pemilik akun instagram @awkarin. Hal itu dibenarkan ketua KPAI, Asrorun Niam. Ia juga mengatakan  ada beberapa kesepakatan yang dicapai oleh seluruh pihak.

“Yang pasti pertemuan kemarin (29/9), dari pihak Kominfo, KPAI dan yang bersangkutan bersama pihak manajemennya,” ujar Asrorun, Jumat (30/9/2016).

Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibicarakan, khususnya mengenai aspek hukum dan moralitas terhadap konten dan video yang diunggah, serta mendapat keluhan dari masyarakat khususnya orangtua.

“Kontennya itu di samping kepentingan hiburan, juga harus memiliki dimensi edukasi. Tapi konten yang diunggah itu lebih banyak unsur negatif yang mengganggu proses tumbuh kembang anak, karena hak dasar anak itu harus tumbuh dan berkembang dengan baik, dan akan diberikan informasi yang baik sesuai tumbuh kembangnya,” jelas Asrorun.

Setelah mendengarkan penjelasan itu, menurut Asrorun, Karin Novilda selaku pemilik akun @awkarin mengakui konten dan video yang dia unggah ke media sosial tak memiliki unsur pendidikan dan berdampak kurang baik, terutama bagi follower dan anak-anak.

“Yang bersangkutan juga mengakui bahwa video tersebut tidak ada unsur pendidikan dan berdampak kurang baik terhadap follower dan akan minta maaf intinya ya,” jelas dia.

Asrorun mengatakan Karin juga berjanji untuk menurunkan konten yang tak mendidik serta melakukan refleksi atas perbuatannya.

“Kemudian akan memposting konten yang mendidik. Poin yang paling penting pertemuan itu lebih pada membangun kesadaran. Dan pertemuan itu diperoleh hasil ada kesadaran akan kesalahan dan komitmen untuk tidak mengulangi dan memperbaiki,” tutur Asrorun.

Karin Novilda adalah gadis berusia 19 tahun yang ramai di sosial media akibat postingan akun instagramnya yang kontroversial, seperti foto-foto tubuhnya yang bertato, merokok, minum-minum, dan foto berciuman dengan pacarnya. Selain itu, kalimat-kalimat yang diutarakannya di sosial media dianggap kasar sehingga menjadi contoh buruk bagi pengikut akunnya yang kebanyakan anak-anak. (ra)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL