Sumber: medan.tribunnews.com

Medan, LiputanIslam.com– Komunitas Couchsurfing (CS) North Sumatera menggelar kegiatan menjaga dan mensosialisasikan budaya pada turis. Kegiatan mengenalkan budaya itu meliputi adat istiadat, pakaian adat, dan gedung bersejarah yang ada di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Hal tersebut disampaikan penggerak Komunitas Couchsurfing , Susanna Lubis di Medan, Sumatera Utara, seperti dilansir medan.tribunnews.com, pada Sabtu (14/10).

Susanna Lubis  menjelaskan, Couchsurfing North Sumatera merupakan komunitas traveler global yang berfokus pada cultural exchange dan juga membangun networking services bagi para anggotanya. Istilah “couch” atau sofa bisa jadi karena secara umum, ruang yang disediakan untuk tidur bagi anggota Couchsurfing bisa jadi hanyalah sofa, bukan kamar, ataupun hanya ruangan seadanya.

Couchsurfing adalah wadah cultural exchange dengan membuka pintu rumah kepada traveler dari berbagai negara, untuk memungkinkan terjadinya pertukaran kebudayaan, tanpa harus berkunjung terlebih dahulu ke negaranya.

“Oleh sebab itu anggota Couchsurfing harus mengenal baik budaya dan heritage kotanya sendiri agar dapat mengenalkan kepada turis atau traveler dari luar kota bahkan luar negeri tentang apa keunggulan, keunikan, dan apa-apa saja yang menarik dan patut dibanggakan di Sumatera Utara ini,” ungkapnya.

Susanna Lubis  menambahkan, dalam rangka mengenalkan budaya Melayu, dalam waktu dekat ini Komunitas Couchsurfing akan mengunjungi Istana Maimun dengan menggunakan pakain adat Melayu. Di Istana Maimun nantinya juga akan ada pengenalan tentang sejarah Kerajaan Deli.

“Biasanya bukan dari anggota CS saja yang ikut, melainkan banyak juga tamu luar kita dan luar negeri (tamu CS) yang sedang berkunjung ke Medan juga akan kita ajak,” ucapnya. (Ar/Tribun Medan).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL