Devi Rizal berasama teman-temannya/berkuliah.com

Devi Rizal berasama teman-temannya/berkuliah.com

LiputanIslam.com – Finlandia, negeri seribu danau dimana guru ditempatkan sebagai profesi yang paling tinggi sehingga sistem pendidikannya diakui sebagai yang terbaik di dunia ternyata memiliki suhu udara yang dingin. Salah satu mahasiswa Indonesia mengisahkan pengalamannya selama berkuliah di Finlandia.

Devi Rizal atau akrab dipanggil Rizal adalah seorang mahasiswa asal Sumatera yang telah menempuh pendidikan strata 1 dan strata 2 di Indonesia. Rizal juga sudah punya pengalaman bekerja selama 5 tahun di Jakarta. Dari latar belakang itulah Rizal akhirnya diterima di jurusan Industrial Management untuk studi master di Helsinki Metropolia University of Applied Science (UAS) yang terletak di pusat kota Helsinki.

Rizal mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun seperti dilansir dari berkuliah.com. Semua biaya perkuliahan dan segala kebutuhan studinya sudah ditanggung oleh pemerintah Finlandia alias mendapatkan beasiswa. Rizal hanya perlu memikirkan biaya kehidupan sehari-hari agar tetap bisa melanjutkan studinya di Finlandia.

Rizal menceritakan bahwa di Finlandia memungkinkan pelajar asing melakukan kerja paruh waktu. Ia bisa bekerja paruh waktu selama 40 jam dalam satu minggu. Namun ia menyarankan untuk lebih fokus pada belajar ketimbang bekerja paruh waktu. Finlandia sendiri tidak memberikan aturan pembatasan jam kerja, yang jelas pemerintah sudah memberikan kepercayaan agar para mahasiswanya bisa memanfaatkan kesempatan belajar gratisnya dengan sebaik-baiknya.

Beberapa pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakukan tanpa menuntut penggunaan bahasa setempat adalah menjadi pelayan, baby sitter, dog walker dan sebagainya.

Untuk hidup di Finlandia Rizal menceritakan minimal butuh biaya sebesar 400 Euro perbulan. Sedangkan untuk menyewa apartemen khusus pelajar dengan kisaran harga 180 Euro perbulan. Demi efisiensi biaya, ia pun masak makanan sendiri.

Pria yang aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang juga didapuk sebagai ketuanya, mengungkapkan keuntungan berorganisasi selama berada di negeri orang. Ia bisa menjadi lebih dekat dengan Duta Besar dan KBRI. Selain dekat dengan pejabat Dubes, ia juga mengaku bisa bertemu artis ibukota dan orang-orang terkenal lainnya dari Indonesia saat mereka melakukan kunjungan ke Finlandia. Dengan begitu ia menambah jaringan pertemanannya.

Rizal mengakui bahwa Finlandia memiliki penduduk yang sedikit sehingga rasa sepi sering menghinggapi dirinya. Namun jika disiasati dengan fleksibilitas dan mengikuti kegiatan seperti berorganisasi maka hal tersebut bukanlah rintangan yang berarti baginya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL