Andina/Wolipop.detik.com

Andina/Wolipop.detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Ungkapan “stay hungry and stay foolish” yang pernah diucapkan oleh mendiang Steve Jobs rasanya tergambar dari sosok penuh inspirasi Andina Margaretha Rorimpandey yang menjadi seorang penerjemah bahasa Prancis. Dengan modal rasa ingin tahu yang tinggi ternyata mampu mengantarkan Andina sukses menjadi penerjemah resmi yang diakui oleh Kedutaan Prancis. Karirnya sebagai penerjemah terbilang cukup lama selama 14 tahun.

Seperti dilansir dari wolipop.detik.com (5/12), perempuan lulusan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini meniti karirnya sebagai penerjemah bermula saat dirinya bekerja di Kedutaan Prancis selama beberapa tahun. Dewi Fortuna menghampirinya hingga pada tahun 2011, ia mendapatkan kesempatan melanjutkan studinya untuk tingkat Master di Institut National des Langues et Civilisations Orientals (INALCO) Paris. Sambil memperdalam bahasa Prancis, ia juga akhirnya sempat menjadi dosen Bahasa Indonesia bagi orang-orang Prancis.

Wanita kelahiran 35 tahun yang lalu ini membeberkan pengalamannya selama berada di Prancis. Ia banyak memetik pelajaran berharga dari pengalaman yang ia dapatkan. Ia bekerja paruh waktu sebagai pengurus rumah tangga, baby sitter, aktif di media sosial, berteman dengan gelandangan, supir truk, tukang sampah, hingga menjadi penerjemah di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), Paris. Pengalaman tersebutnya itu tak mungkin ia dapatkan jika hanya berada di Indoneisa, tuturnya.

Sambil memperdalam bahasa Prancis, Dina sapaan akrabnya, banyak melakukan banyak hal seperti juga pernah menjadi pemandu wisata sekaligus penerjemah bagi wisatawan dan pasangan suami istri yang sedang honey moon di Prancis. Berbekal menjadi pemandu wisata tersebut, ia pun kembali merasakan keuntungannya karena mendapatkan kesempatan untuk berkeliling negara-negara di Eropa secara gratis.

Dengan pengalamannya tersebut ia kemudian memantapkan pilihannya sebagai seorang penerjemah Bahasa Prancis. Kebanyakan kliennya adalah orang-orang yang ia kenal saat di Prancis. Tak ayal memang sebagaian besar kliennya adalah orang asing. Wanita yang tergabung dalam Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) ini juga tak jarang diminta bantuannya untuk menerjemahkan berkas-berkas persyaratan studi bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di Prancis.

Dina pun banyak belajar dari dokumen-dokumen yang diterjemahkannya. Dokumen yang diterjemahkannya sangat beragam, mulai dari surat surat penting hingga dokumen masak. Ia sangat menikmati profesinya karena bisa sambil belajar dari apa yang dikerjakannya.

Dengan keuntungan memiliki rekening di Prancis, banyak klien yang memilihnya karena lebih mudah juga dalam hal pembayaran. Dina mengungkapkan dari profesinya tersebut bisa mengantongi minimal Rp 10 juta perbulannya. Itu belum dihitung dari pundi-pundi mata uang Eruro dari kliennya di luar negeri. Pokoknya lebih besar jika dibandingkan dengan saat ia bekerja di Kedutaan. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL