Kios Bensin Kejujuran/detik.com

Kios Bensin Kejujuran/detik.com

Kediri, LiputanIslam.com – Ditengah terpuruknya kondisi bangsa akibat korupsi, di Kediri ada seorang tukang becak yang rela mengorbankan penghasilannya demi mendidik masyarakat untuk bersikap jujur. Tanpa tujuan pencitraan atau sekedar ingin numpang tenar, Pak Mukti berjualan bensin eceran tanpa diawasi atau dipasangi CCTV. Modalnya hanya toples sederhana, botol-botol berisi bensin, dan petunjuk pembelian bensin.

Pak Mukti menempatkan botol-botol tersebut didalam sebuah rak yang ditempatkan didepan rumahnya di Jl. Veteran yang juga dijadikan toko kelontong oleh anaknya. Lokasinya yang strategis membuat kios bensin pak Mukti selalu menjadi pilihan. Apalagi sejak harga BBM yang naik, pak Mukti memutar otak agar niatnya menolong orang lain bisa terwujud.

Uniknya pak Mukti yang juga seorang pengayuh becak, membuat takaran khusus dengan harga eceran mulai dari Rp. 2 ribu hingga paling mahal Rp. 9 ribu sesuai dengan takarannya masing-masing. Pasalnya tidak semua konsumennya para pekerja melainkan juga ada para pelajar yang tidak selalu membawa uang lebih untuk membeli bensin. Dengan begitu anak-anak yang bersekolah di SMK 2 Kediri dan SMA 2 yang tidak jauh dari kiosnya bisa sangat terbantu dengan ide Pak Mukti tersebut seperti dilansir dari detik.com.

Ada saja orang-orang yang tidak bertanggung jawab ketika membeli bensin di kios kejujuran pak Mukti yang buka selama 24 jam tersebut. Dengan niat membantu pengendara motor yang kemalaman dan sulit mendapatkan bensin, ternyata belum cukup untuk membuat orang lain bersukur dan berterimakasih pada sosok pak Mukti.

Beberapa kali pernah ada orang yang kurang memberikan uang bensin, bahkan pernah ada yang membeli dengan uang palsu dan lebih parahnya lagi ada yang sampai mencoba mengambil uang yang berada di toples pembayaran. Pak Mukti tidak berhenti meskipun kalau dipikir-pikir bisnisnya pasti akan merugi akibat beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Namun ternyata pak Mukti tetap bertahan demi melayani sesama, tuturnya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL