Sumber: NU Online

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan semua orang atau kelompok untuk tidak menggunakan dalil al-Quran demi kepentingannya sendiri. Hal itu disampaikan Kiai Said di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (3/4).

Kiai Said mengkritik orang-orang yang menggunakan Al-Qur’an dan Hadis untuk menyerang orang lain. Apalagi lanjut dia, kalau belajar memahami Al-Qur’an itu hanya dari membaca terjemahannya saja, itu bisa berbahaya. “Jangan seenaknya sendiri menggunakan Al-Qur’an dan Hadis,” katanya.

Menurutnya, memahami kitab suci umat Islam itu tidaklah gampang. Seseorang tidak bisa memahami Al-Qur’an secara utuh kalau hanya mengandalkan terjemahan.  Ia mencontohkan, orang yang memahami Al-Qur’an dengan modal terjemahan sama dengan orang awam yang membaca buku kedokteran, lalu ia membuka praktik. “Saya baca buku kedokteran, tetapi kemudian membuka praktik. Apakah itu boleh? Jangan ikut campur apa yang enggak kamu tahu!” ucapnya.

Hal tersebut disampaikan kiai Said menanggapi banyaknya ujaran kebencian dan caci maki di media sosial (medsos) saat ini, hanya karena berbeda pandangan. Bahkan, ulama-ulama atau pakar-pakar keislaman pun tidak lepas dari segala bentuk cacian tersebut.

Kiai Said juga sangat menyayangkan banyak tokoh-tokoh yang puluhan tahun mempelajari Islam dan Al-Qur’an dicemooh bahkah dikafir-kafirkan hanya karena pemahamannya berbeda dengan mereka yang baru saja belajar tentang Islam.“Pak Quraish, berapa puluh tahun,” pungkasnya.

Menurutnya, untuk memahami Al-Qur’an dibutuhkan ketekunan dan waktu yang tidak sebentar. Kiai Said juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus belajar dan memahami Islam dengan pemahaman yang benar.  (Ar/ NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL