Sumber: geotimes.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU), Hj Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sikap toleransi harus diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Nilai-nilai toleransi penting ditanamkan sejak dini dan anak usia sekolah guna menangkal berkembangnya paham radikal dan terorisme. Oleh karena itu, para guru harus memiliki kompetensi untuk menanamkan benih-benih toleransi kepada anak didiknya.

“Mulai Paud (pendidikan anak usia dini), RA (raudhatul athfal), TK (taman kanak-kanak), SD (sekolah dasar) harus mulai disosialisasikan bahwa Indonesia ini beragam,” ucapnya di kantor Muslimat NU di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Senin (21/5).

Menurut Khofifah, lembaga pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mencegah paham radikalisme dan aksi terorisme. Bahkan tidak hanya di ruang-ruang kelas, di rumah anak-anak juga harus ‘dijelaskan’ bahwa Allah menciptakan Indonesia dari berbagai macam suku, etnis, agama, budaya, dan bahasa. Sehingga mereka bisa menerima mereka yang tidak sama dengannya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan aksi teror. Apalagi aksi teror bom bunuh diri dengan mengajak anggota keluarga lain, istri dan anak merupakan fenomena baru di Indonesia.

Ini fenomena baru, agak susah terdeteksi kalau mereka membawa anak-anak,” ungkapnya.

Sebagaimana yang telah terjadi, akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan serangkaian aksi teror dan bom bunuh diri yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia seperti Surabaya, Sidoarjo, Riau, dan Tangerang. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*